Sebagai
tambahan informasi, keseriusan Brantas Abipraya ini dalam implementasi program
TJSL khususnya pada pilar pembangunan lingkungan yakni Abipraya Peduli
Lingkungan juga terlihat dari beberapa kegiatan lainnya. Salah satu yang
dilakukan perusahaan konstruksi ini adalah dengan melakukan penghijauan kawasan
bendungan yang sedang digarap, seperti penghijauan di proyek PLTM Padang Guci 1
dan 2 di Bengkulu juga di greenbelt Waduk Tukul Pacitan dan Bendungan Ciawi
yaitu penghijauan hulu sungai Ciliwung dan Cisadane.
Abipraya
Peduli Lingkungan juga memiliki program penanaman pohon sengon sebanyak 12.500
pohon di desa Babakan Madang, Sentul, Bogor, Jawa Barat. Abipraya juga menanam
800 pohon buah yang terdiri dari durian, mangga, dan pinus di area Proyek PLTM
Padang Guci 1 dan 2. Penanaman ini pun langsung bermitra dengan masyarakat
lokal dengan pola tumpang sari dengan tanaman sayuran di bawah tegakan pohon
buah dan pelindung tersebut.Baca Juga
Sebelumnya
pun Brantas Abipraya berkolaborasi bersama tujuh Badan Usaha Milik Negara
(BUMN) Karya lainnya menanam 100.000 bibit bakau atau mangrove di areal seluas
3,5 hektare (ha) kawasan Timbul Sloko, Demak, Provinsi Jawa Tengah (Jateng)
dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78.
Tak
hanya sebagai wujud kontribusi nyata Brantas Abipraya terhadap
pemberdayaan pada pilar lingkungan, aksi ini juga memberikan dampak pada
komunitas lokal, serta mendukung penguatan ekonomi lokal yang terkait sektor
lingkungan dan pariwisata.
"Masyarakat
adalah salah satu bagian penting untuk kemajuan Brantas Abipraya, ini
adalah bukti komitmen kami sebagai BUMN konstruksi, kami tidak hanya fokus
membangun Indonesia melalui karya infrastruktur namun juga dengan turut
mensejahterakan, membantu sesama lewat program TJSL. Kemajuan Brantas
Abipraya juga tentunya atas dukungan masyarakat sekitar, untuk itulah kami
berinvestasi pada masyarakat dan lingkungan dalam wujud program TJSL,"
tutup Tumpang Muhammad.