. 04/06/2024, 10:48 WIB

Pemerintah Kota Bandung Perangi Stunting dengan Mengedukasi Calon Pengantin

Penulis : Admin
Editor : Makruf

IN.CO.ID - Tingkat stunting sebagai dampak kurang gizi

pada balita di Indonesia masih menjadi ancaman. Stunting adalah kondisi ketika

balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata. Hal ini diakibatkan asupan gizi

yang diberikan, dalam waktu yang panjang, tidak sesuai dengan kebutuhan.

Stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka

panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko

serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Merespon masalah stunting ini, Pemerintah

Kota Bandung menyadari pentingnya penanganan masalah tersebut sejak dini. Oleh

karena itu, mulai bulan Juni ini, mereka akan mengintervensi calon pengantin

sebagai langkah awal pencegahan stunting. Pendekatan ini diharapkan bisa

memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi angka stunting di kota ini.

“Kita mulai bulan Juni, berfokus pada

pendekatan pencegahan terjadinya stunting baru, tanpa mengurangi intervensi

pada anak stunting. Kita mengarahkan berbagai intervensi kebijakan pada hal-hal

yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk mempercepat penurunan stunting ” ungkap

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kota Bandung, Hikmat Ginanjar.

Hikmat menjelaskan bahwa kegiatan ini

melibatkan semua pihak dalam upaya kolaboratif pentahelix untuk mempercepat

penurunan dan cegah stunting sejak dini.

“Saya berharap dengan adanya kegiatan ini

dapat mendorong untuk memperkuat komitmen dan bergerak bersama dalam upaya

percepatan penurunan stunting di Kota Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian

Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bandung, Kenny Dewi Kaniasari,

mengungkapkan bahwa intervensi serentak pencegahan stunting pada bulan Juni

2024 akan difokuskan pada calon pengantin, ibu hamil, dan balita.

“Pendataan,

pengukuran hingga penimbangan, sebagai tindaklanjut dan edukasi calon

pengantin, ibu hamil, dan balita dilakukan secara berkelanjutan, rencana

intervensi akan dilaksanakan bulan Juni 2024,” tuturnya.

Kegiatan

ini bertujuan untuk deteksi dini pencegahan stunting, pengukuran gizi, edukasi

bagi semua sasaran, serta meningkatkan kunjungan ke Posyandu. Kenny menegaskan

perlunya dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk keberhasilan

kegiatan ini.

Selain

itu, akan ada pemantauan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di

tingkat kecamatan dan kelurahan. Kota Bandung sendiri memang menargetkan

penurunan angka prevalensi stunting menjadi 14 persen pada tahun 2024 ini.

“OPD terkait untuk mendukung percepatan

penutuan stunting sebagai pelaksaan intevensi serentak mulai bulan ini. TPPS

Kota Bandung, akan melaksanakan pemantauan intervensi kepada TPPS tingkat

kecamatan dan kelurahan hingga pendamping keluarga sebagai dukungan kegiatan

tersebut yang jumlahnya sekitar 5.000 orang,” pungkasnya.

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id