Ekonomi . 03/08/2026, 09:00 WIB
fin.co.id — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memunculkan sinyal positif untuk melanjutkan tren kenaikannya pada sesi perdagangan Senin, 3 Agustus 2026. Pergerakan optimis tersebut meneruskan laju akhir pekan lalu saat IHSG sukses menguat 0,80 persen hingga menyentuh level 6.236.
Di balik penguatan indeks tersebut, pemodal asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) saham senilai Rp35 miliar. Data BNI Sekuritas menunjukkan jajaran saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing meliputi BBCA, AMMN, ANTM, UNTR, dan TLKM.
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi menembus sasaran yang lebih tinggi.
"IHSG hari ini berpeluang untuk melanjutkan kenaikan ke level resistansi kuat di 6.300. Namun hati-hati jika belum kuat untuk tembus di atas level 6.300, IHSG berpotensi koreksi lagi," jelas Fanny.
Ia memproyeksikan IHSG bergerak pada rentang support 6.120–6.200, sementara area resistance berada di kisaran 6.270–6.300.
Berbagai dinamika global turut membayangi pergerakan pasar keuangan. Fanny menyoroti ketegangan di kawasan Timur Tengah yang terus membara sehingga memicu lonjakan harga komoditas minyak mentah dunia dan berisiko membakar kembali laju inflasi.
Harga minyak mentah WTI tercatat melesat sekitar 1,3 persen menuju angka USD84,68 per barel. Seirama dengan itu, jenis minyak Brent ikut terkerek 1,2 persen hingga mencapai USD90,12 per barel.
Di ranah kebijakan moneter, para pelaku pasar masih meragukan ketegasan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam meredam gejolak harga, meskipun sang ketua telah menegaskan fokus utama bank sentral untuk mengendalikan inflasi.
"Pernyataannya bahwa ‘tidak ada tongkat ajaib' untuk mengatasi tekanan harga, dinilai belum cukup menenangkan pasar," ucap Fanny.
Meski dibayangi keraguan pasar terhadap arah kebijakan, bursa saham Amerika Serikat bersama bursa kawasan Asia berhasil mengakhiri perdagangan akhir pekan lalu di zona hijau.
Dari dalam negeri, para pelaku pasar fokus mengamati rilis serangkaian indikator ekonomi penting sepanjang pekan ini. Tim Analis Phintraco Sekuritas membeberkan beberapa rilis data kunci yang siap meluncur ke publik, antara lain angka PMI Manufaktur serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, instansi terkait juga bakal merilis indikator indeks harga properti dan posisi cadangan devisa. Khusus hari ini, BPS menjadwalkan rilis resmi data inflasi serta laporan neraca perdagangan.
Langkah pemerintah menyesuaikan harga BBM non-subsidi per 1 Agustus 2026 turut menyuntikkan amunisi baru bagi pergerakan indeks pasar modal.
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id