Larangan ini diikuti dengan penggerebekan dan penyitaan biji kopi, serta hukuman bagi para pelanggarnya.
Meski harus menunggu 12 tahun, larangan itu akhirnya dicabut.
Sejak saat itu, kopi kembali digemari dan menjadi bagian penting dari budaya Arab hingga saat ini.
Kisah larangan kopi di Mekkah ini menunjukkan bagaimana budaya dan politik dapat saling terkait dan memengaruhi satu sama lain.
Meskipun pernah dilarang, kopi kini menjadi simbol keramahan dan budaya Arab yang mendunia.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa sejarah selalu penuh dengan paradoks dan ironi.
Apa yang dianggap berbahaya dan terlarang pada suatu masa, bisa menjadi sesuatu yang digemari dan diterima pada masa lainnya.