Kesehatan

Cuaca Panas dan Lembab Musim Kemarau Percepat Siklus Hidup Nyamuk DBD: Terapkan 3M Plus!

fin.co.id - 08/05/2024, 08:21 WIB

Cuaca Panas dan Lembab Musim Kemarau Percepat Siklus Hidup Nyamuk DBD: Terapkan 3M Plus!

Nyamuk Demam Berdarah, Ilustrasi: Copilot (AI)

FIN.CO.ID - Hai guys, musim kemarau memang identik dengan cuaca panas dan lembab.

Tapi, taukah kamu kalau kondisi ini bisa menjadi 'surga' bagi nyamuk DBD? 

Yup, cuaca panas dan lembab di musim kemarau ternyata mempercepat siklus hidup nyamuk DBD. 

Telur nyamuk bisa menetas lebih cepat, larva berkembang lebih pesat, dan nyamuk dewasa menjadi lebih aktif. 

Akibatnya, risiko DBD pun meningkat. 

Makanya, nggak heran kalau banyak orang yang terserang DBD di musim kemarau. 

Apa Itu DBD

Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, kembali menjadi momok di musim panas. 

Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, nyamuk berbintik hitam putih yang aktif pada siang hari.

Gejala DBD:

  • Demam tinggi mendadak hingga 40 derajat Celcius
  • Nyeri kepala berat
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Ruam kemerahan pada kulit (biasanya muncul setelah demam 3-4 hari)

Jenis DBD:

  • DBD klasik: Jenis ini paling umum dan ditandai dengan gejala demam tinggi, nyeri, dan ruam.
  • DBD hemoragik (DBD berdarah): Jenis ini lebih parah dan dapat menyebabkan perdarahan internal, penurunan tekanan darah (syok), dan bahkan kematian.

Faktor Risiko DBD:

Usia: Bayi dan anak-anak lebih rentan.

Belum pernah terinfeksi virus dengue sebelumnya.

Tinggal di daerah endemis DBD (daerah dengan kasus DBD tinggi).

 

Lingkungan yang kotor dan banyak genangan air (tempat nyamuk Aedes aegypti berkembang biak).

Cara Mencegah DBD

Cara Mencegah DBD, Image: Tima Miroshnichenko / Pexels--

Tapi jangan panik dulu!

Makruf
Penulis
-->