"Peningkatan panas menempatkan anak-anak pada risiko banyak penyakit yang berhubungan dengan panas. Bahkan bisa menyebabkan kematian," kata juru bicara UNICEF, Minggu, 5 Mei 2024.
UNICEF menyebutkan, sekitar 243 juta anak terpapar gelombang panas. Bahkan sedikitnya, 30 orang di Thailand dilaporkan meninggal karena serangan panas dalam sebulan terakhir.
Beberapa kota di Myanmar masuk dalam daftar tempat terpanas secara global, dengan suhu mencapai 48,2C (118F). Direktur Earth Observatory di Singapura, Benjamin Horton, mengatakan ada 3 faktor penyebab gelombang panas.
Yaitu fenomena iklim alami yang dikenal sebagai El Nino, peningkatan suhu global dan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.
BACA JUGA:
- Tips Atasi Pilek Saat Musim Pancaroba, Tetap Sehat Meski Cuaca Panas Dingin Datang
- Fenomena Equinox yang Sebabkan Cuaca Panas di Indonesia, Kenali Dampaknya