Profil dan IG Tegar Rafi Sanjaya, Taruna STIP Jakarta yang Aniaya Yuniornya Hingga Tewas

fin.co.id - 04/05/2024, 17:12 WIB

Profil dan IG Tegar Rafi Sanjaya, Taruna STIP Jakarta yang Aniaya Yuniornya Hingga Tewas

Profil dan IG Tegar Rafi Sanjaya, Taruna STIP Jakarta yang Aniaya Yuniornya Hingga Tewas

"Untuk terduga taruna pelaku, BPSDM Perhubungan akan langsung mencopot statusnya sebagai taruna agar tidak mengganggu proses hukum. Sementara itu, bagi manajemen kampus dalam berbagai tingkatan yang terkait dan bertanggung jawab dan kooperatif terhadap proses penyidikan yang dilaksanakan kepolisian sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Kepala Bagian Umum Sekretariat BPSDMP Kemenhub Ariandy Samsul B dalam keterangannya, Jumat 3 Mei 2024.

BACA JUGA:

Lebih lanjut, Ariandy mengimbau kampus lainnya meningkatkan pengawasan secara ketat terkait kegiatan taruna. Dia tak ingin kejadian ini terulang.

"Selanjutnya, Plt Kepala BPSDMP menginstruksikan seluruh Kampus ki lingkungan BPSDM Perhubungan agar lebih meningkatkan pengawasan secara ketat seluruh kegiatan taruna dan pembinaan, baik secara edukasi maupun peningkatan moral taruna-taruni sekolah tinggi di bawah pembinaan Kemenhub untuk mencegah terulangnya kejadian tersebut ke depan sesuai dengan peraturan pola pengasuhan," jelasnya.

Ariandy menyampaikan belasungkawa atas peristiwa meninggalnya korban Putu Satria Ananta Rustika (19). BPSDMP menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada pihak kepolisian.

"BPSDMP meminta STIP Jakarta mengambil langkah-langkah percepatan untuk mengusut kejadian ini dan menyerahkan penanganan kasus ini kepada pihak Polres Jakarta Utara untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," jelasnya. 

Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP).--Antara

Penganiayaan Dilakukan dalam Toilet

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan mengatakan, penganiayaan dilakukan bukan pada saat kegiatan kampus. Sebab penganiayaan dilakukan di kamar mandi atau toilet

"Saya rasa CCTV cukup clear untuk menceritakan rangkaian peristiwa itu. Karena peristiwa kejadian di salah satu kamar mandi," katanya. 

"Artinya, ini kegiatan yang memang tidak dilakukan secara resmi oleh lembaga. Ini kegiatan perorangan mereka, tidak dilakukan secara terstruktur maupun kurikulum, tapi ini kegiatan inisiasi para siswa," ujarnya.

Kepolisian mengakui bahwa korban mengalami luka di ulu hati diduga karena dipukul. 

"Ada luka bekas kekerasan. Bagian sekitar ulu hati. Bukan (luka bekas) benda tumpul, tapi luka tumpul. Sebab-sebab meninggalnya masih kita telusuri. Kita masih melakukan pemeriksaan laboratoris secara forensik dilakukan pemeriksaan visum oleh dokter yang berkompeten di RS Polri Kramat Jati untuk mengetahui sebab kematian," ujar Kombes Gidion. 

Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID