Menurutnya, politik drama yang dimainkan Jokowi, membuat Indonesia dinilai para pengamat sebagai negara authoritarian democracy atau fake democracy yang banyak mengandalkan kekuatan kapital atau oligarki.
"Ini yang membuat ada kewajiban moral bagi kami akademisi untuk mengingatkan sekaligus mengungkap kebenaran. Bagi kami mengritik dan mengoreksi itu tak semata untuk dia, melainkan demi kebaikan bangsa dan negara supaya sadar tidak terlalu percaya pada permainan drama" paparnya. (*)