Denny JA bercerita ia menggunakan lima aplikasi Artificial Intelligence. Namun AI itu hanya membantu hal teknis. “filosofi lukisan, komposisi, dan kuasan terakhir untuk menumbuhkan emosi, tetap saya lakukan sendiri,” Denny menjelaskan.
Namun kuas dan cat yang Denny gunakan bukan kuas dan cat biasa, tapi kuas dan cat elektronik. Ujar Denny, ia tetap menghargai para pelukis konvensional yang menggunakan tangan, kuas dan cat biasa.
“Namun saya menggunakan kemajuan teknologi untuk berkarya. Sebagaimana saya tak
perlu lagi menghitung yang rumit secara manual karena ada kalkulator, saya pun tak perlu lagi melukis dengan kuas biasa karena sudah ada aplikasi Artificial Intelligence.