Sagan tidak melihat cara untuk menyelesaikan paradoks ini dan membuatnya konsisten dengan hukum fisika.
3. Ketidakmungkinan Melampaui Kecepatan Cahaya
Teori relativitas Einstein menunjukkan bahwa tidak ada yang dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya.
Jika perjalanan waktu ke masa lalu dimungkinkan, maka seseorang harus mampu bergerak lebih cepat dari kecepatan cahaya untuk kembali ke masa lalu.
Sagan tidak percaya bahwa ini mungkin, karena akan membutuhkan energi yang tak terbatas.
UFO Mesin Waktu?
Kebanyakan dari kita menganggap bahwa UFO adalah pendatang dari luar angkasa, yang tiba di bumi dengan pesawat antariksa milik mereka.
Akan tetapi menurut seorang profesor, UFO mungkin tidak seperti yang selama ini kita kira.
Menurut profesor dari Montana Technological University, Michael Masters, UFO mungkin bukanlah kendaraan milik alien, melainkan milik manusia.
Akan tetapi, bukan manusia dari masa yang sama dengan kita, lebih tepatnya manusia dari masa depan.
Ya, menurut teori pakar antropologi biologis itu, pengendara UFO mungkin adalah time traveller atau penjelajah waktu.
"Menurut saya, cara yang paling simpel menjelaskan apa UFO itu sebenarnya, bahwa mereka adalah kita (manusia masa depan yang mengendarai UFO)," katanya dalam sebuah wawancara dengan laman Space, via Futurism.
Menurut dia, ada alasan mengapa orang-orang dari masa depan ini, datang ke masa yang kita huni saat ini.
Menurut dia, tujuan dari para penjelajah waktu ini adalah untuk mempelajari, bagaimana kehidupan manusia di masa lalu.
Jadi ketimbang mempelajari manusia lewat relik atau peninggalan kuno, mereka lebih memilih menggunakan mesin waktu, dan menjelajahi masa silam.
"Jadi kemungkinan mereka ini adalah pakar antropoligi, sejarawan, atau pakar linguistik yang (menggunakan mesin waktu) untuk mencari informasi (tentang manusia di masa lalu)," ujar dia.
Kesimpulan

Gagasan time travel bukan lagi khayalan semata.
Para ahli fisika dan astrofisika mulai melirik kemungkinan time travel dan bahkan ada yang sudah merancang mesin waktunya.
Salah satunya adalah Ronald Mallet, seorang fisikawan dari University of Connecticut yang terinspirasi dari teori relativitas Einstein.
Mallet merancang mesin waktu berbentuk cincin berputar yang memungkinkan perjalanan mundur dalam waktu.
Meskipun masih dalam tahap awal, rancangan Mallet menunjukkan bahwa time travel bukan lagi mimpi.
Para ahli lain seperti Kip Thorne dan Michio Kaku juga percaya bahwa menjelajah waktu ke masa depan mungkin dilakukan, meskipun dengan teknologi yang canggih.