Kesehatan

Waspadai Sifilis: Dampak dan Pencegahannya

fin.co.id - 18/03/2024, 01:31 WIB

Waspadai Sifilis: Dampak dan Pencegahannya

Waspadai Sifilis: Dampak dan Pencegahannya

FIN.CO.ID - Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum.

Sifilis menular melalui kontak dengan luka orang yang terinfeksi selama aktivitas seksual dan masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil atau lecet pada kulit atau selaput lendir.

Penyakit ini menular selama tahap primer dan sekunder, dan kadang-kadang pada awal periode laten.

Sifilis tidak dapat menyebar dengan menggunakan toilet, bak mandi, pakaian atau peralatan makan yang sama, gagang pintu, kolam renang, atau bak air panas.

Dampak Sifilis

Sifilis dapat meningkatkan risiko keguguran, bayi lahir mati, atau kematian bayi dalam beberapa hari setelah lahir.

Ibu hamil yang terpapar bakteri penyebab sifilis berisiko menularkan bakteri sifilis pada bayi dalam kandungan, meningkatkan risiko keguguran, kematian dalam kandungan, atau kematian pada bayi setelah dilahirkan.

Sifilis yang tidak tertangani membuat kesehatan tubuh semakin memburuk dan meningkatkan risiko HIV.

Pencegahan Sifilis

  1. Pengenalan dan pengetahuan tentang penyakit sifilis, sifilis primer, sifilis sekunder, dan sifilis laten.
  2. Selalu siap untuk melakukan periksa rutin dan menggunakan kondom.
  3. Jangan bertindak seksual dengan orang yang mengalami gejala sifilis.
  4. Jangan bertindak seksual dengan orang yang tidak dikenal atau tidak tahu status kesehatan.
  5. Jangan bertindak seksual dengan orang yang telah bertindak seksual dengan orang lain.
  6. Jangan bertindak seksual dengan orang yang memiliki luka atau kulit yang tidak sehat.
  7. Jangan bertindak seksual dengan orang yang mengalami gejala sifilis lainnya, seperti rasa sakit, luka, atau rasa panas pada bagian tubuh.

Pengobatan Sifilis:

Sifilis dapat diobati dengan antibiotik penisilin. Pengobatan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Kesimpulan

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang dapat meningkatkan risiko keguguran, kematian bayi, dan kematian pada bayi setelah dilahirkan.

Pencegahan sifilis meliputi pengenalan penyakit, penggunaan kondom, perhatian terhadap luka, dan tidak bertindak seksual dengan orang yang tidak dikenal atau tidak tahu status kesehatan.

Mega Oktaviana
Penulis
-->