Kesehatan

Apa Itu Flu Singapura? Ini Gejala, Ciri Khas dan Cara Mencegahnya

fin.co.id - 18/03/2024, 21:43 WIB

Apa Itu Flu Singapura? Ini Gejala, Ciri Khas dan Cara Mencegahnya

Apa Itu Flu Singapura, Ini Gejala, Ciri Khas dan Cara Mencegahnya

FIN.CO.ID - Flu Singapura belakangan ini jadi bahan perbincangan. Penyebab flu Singapura bukan virus influenza. Dalam dunia medis, flu Singapura disebut juga penyakit kaki, tangan, dan mulut. 

"Terminologi yang salah kalau dibilang flu Singapura. Pertama, karena virus penyebabnya bukan virus flu atau influenza," ujar 

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Hindra Irawan Satari di Jakarta, Senin, 18 Maret 2024.

Dikatakan, penyakit ini tidak hanya terjadi di Singapura. Namun, juga di berbagai tempat dan berbagai penyebab. Adapun, penyakit kaki, tangan, dan mulut ini disebabkan oleh coxsackievirus A16. 

Yaitu virus yang masuk dalam kelompok Enterovirus. Penyakit ini memiliki ciri khas. Yaitu ruam-ruam yang biasanya menyebar di telapak tangan, telapak kaki, dan sariawan di mulut. 

BACA JUGA:

"Di Indonesia kebanyakan karena coxsackievirus, dalam Enterovirus sehingga bisa berat gejalanya. Tapi di Indonesia rata-rata bergejala ringan. Kalau Coxsackievirus tidak ada vaksinnya," imbuhnya.

Gejala dan Ciri Khas Flu Singapura

Penyakit ini memiliki tipikal ruam-ruam yang berada di di langit-langit tenggorokan, telapak tangan, serta kaki. 

Selain itu, disertai demam, kelelahan, sariawan, sakit tenggorokan hingga hilang nafsu makan.

"Gejala demam juga, ada yang tinggi ada yang tidak begitu tinggi. Ada yang sakit berat sampai ruamnya di bokong atau bahkan di bagian tubuh lainnya," paparnya.

Idealnya penyakit flu Singapura ini terjadi selama 7-10 hari. Sakit ini berlangsungnya 1 minggu dan tidak ada obatnya.

BACA JUGA:

Cara Mencegah Flu Singapura

Penyakit ini mudah menular. Tidak hanya pada anak-anak. Tetapi juga orang dewasa. Untuk itu, masyarakat diminta tetap menggunakan masker saat batuk maupun bersin. 

Kemudian, mencuci tangan dengan sabun. Sehingga dapat mencegah penularan virus, serta membatasi diri dari orang lain. Penderita juga disarankan untuk mengisolasi diri apabila gejala ruam sudah muncul.

"Etika batuk mengurangi penularan, cuci tangan, mencium juga mentransmisikan virus itu, makanya harus dibatasi. Kalau tidak ada gejala apa-apa, seminggu penuh isolasi. Saat itu virus sedang padat atau banyak di tubuh. Sehingga bisa menyebabkan mudahnya penularan,"urainya.

Rizal Husen
Penulis
-->