Perhatian! Ini Gejala DBD Pada Anak dan Pengobatan serta Cara Pencegahannya

fin.co.id - 03/03/2024, 21:55 WIB

Perhatian! Ini Gejala DBD Pada Anak dan Pengobatan serta Cara Pencegahannya

Yuk Kenali Gejala Demam Berdarah (DBD), Fase Hingga Pengobatannya

Membedakan apakah anak terinfeksi DBD bisa sulit karena gejalanya mirip dengan penyakit umum lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya segera periksakan anak ke dokter anak untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.

Apakah DBD pada Anak Berbahaya?

Biasanya, anak yang mengalami DBD akan pulih dalam waktu seminggu atau lebih. Namun, dalam beberapa kasus, gejalanya dapat memburuk dengan cepat dan berpotensi fatal, dikenal sebagai sindrom syok dengue.

Meskipun jarang terjadi, sekitar 1 dari 20 orang yang terinfeksi demam berdarah mengalami sindrom syok dengue, terutama anak-anak yang pernah mengalami DBD sebelumnya.

Sindrom syok dengue terjadi ketika pembuluh darah rusak dan mengalami kebocoran, mengakibatkan penurunan jumlah trombosit dalam darah. Ini dapat menyebabkan syok, perdarahan internal, kegagalan organ, dan bahkan kematian.

Gejala demam berdarah parah yang perlu diwaspadai termasuk nyeri perut parah, muntah berulang, perdarahan gusi atau hidung, bintik-bintik darah di bawah kulit, kesulitan bernapas, kelelahan, dan gelisah.

Jika anak menunjukkan gejala tersebut, segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis yang cepat.

Fase Demam Berdarah pada Anak

Penyakit DBD memiliki tiga fase yang berbeda: fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan. Berikut adalah penjelasan tentang setiap fase DBD pada anak:

1. Fase Demam

Pada fase ini, gejala DBD dimulai dengan demam tinggi yang muncul secara tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari. Anak mungkin mengalami sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit. Nafsu makan anak berkurang, sering merasa mual, dan muntah. Untuk memastikan diagnosis, penting untuk memeriksa darah anak di laboratorium.

2. Fase Kritis

Fase ini biasanya terjadi pada hari 4-6 setelah munculnya gejala demam. Anak mungkin mengalami muntah terus-menerus, mimisan, gusi berdarah, nyeri perut, muntah darah, dan buang air besar berdarah. Suhu tubuh anak mungkin menurun, namun hal ini sebenarnya merupakan tanda penurunan jumlah trombosit yang berbahaya.

3. Fase Pemulihan

Fase pemulihan dimulai 48-72 jam setelah demam turun. Anak mungkin menunjukkan perbaikan, seperti nafsu makan yang membaik, peningkatan energi, dan buang air kecil yang normal. Hasil pemeriksaan laboratorium juga menunjukkan nilai hematokrit dan jumlah trombosit yang kembali normal.

Mega Oktaviana
Mega Oktaviana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID