Catatan Dahlan Iskan . 19/02/2024, 06:07 WIB
Liam Then
Baca berita, petinggi Gerindra sudah mulai pusing, ditagih janji. Baru menang quick count, akun medsos Pak Prabowo,sudah ditagih seorang pengguna, "mana makan siangnya"?!! Wkkwkwkkw...inilah salah satu dampak buruk maen medsos zaman sekarang, yang informasinya pendek dan tak lengkap. Kena sindrom "short attention span". Apa gak baca program apa, itu untuk anak usia sekolah, memang ini program belum jelas sampai jenjang mana, apa PAUD dan SD saja, atau sekaligus targetkan siswa SMP,SMA sederajat. Belum lagi nanti penyesuaian di pesantren. Pekerjaan besar seperti ini belum -belum sudah pusing mau ngambil porsi APBN yang mana, di berita masih belum jelas. Ada sumber katanya, tapi masih belum tahu. Dari komentar CHDI malah dikatakan nanti ambil pengalihan subsidi BBM. Jujur kepikiran, kok jadi bingung, sebagai eksekutif tentu punya hak untuk tentukan alokasi anggaran, prioritas program. Jika memang mau tepati janji, pasti bisa cari lah, mana yang harus dipangkas. Misal ini saya usul, acara peresmian proyek, tanda tangan prasasti , dari tingkat menteri sampai presiden..nanti hilangkan saja. Tak perlu banyak acara seremonial, itu lumayan kalo total setahun penuh. Misal butuh prasasti yang ada tanda tangan, Pak Prabowo/menteri teken saja di Jakarta, nanti prasasti kirim kargo ke daerah proyek. Jika butuh kata sambutan, pakai live stream saja, itupun hanya boleh 3 menit, biar hemat biaya kuota. Cukup bilang... "OK GASSS!!!"
Liam Then
Hahaha ini mirip teman saya...janji ketemu...orangnya tak muncul-muncul....Langsung telepon : "udah dimana?" "Ini udah mau sampai....." 20 menit kemudian masih tak muncul ..Telpon lagi..."dimana"? "Ini sudah mau sampai" "Loh tadi bukannya sudah mau sampai"? "Iyah, tadi baru mau sampai pager rumahku" #$&$#*#$_!
Jo Neca
Saya hanya mau ketawa.Hahahaahahaaaaa.Saya tidak mau komen menyambungnya..Malu...Setiap kali menyambungi om Lagarenze selalu di pilih menjadi komentar pilihan yang jelas ecek2.Tetap frekwensi humor Om Lagarenze dan Bpk Dahlan sama.Kalau saya dan Pak DI.Sama2 The Red sejati.Kapan rejeki dan harta kita sama.Saya bahkan bermimpi pun tidak..Hahahahahaa ketawa sekali lagi.Biar miskin yang penting Bahagia.
Lagarenze 1301
Santai sejenak. Istri: "Pa, hari Minggu nih. Yuk kita nonton sirkus?" Suami: "Tidak, aku sedang sibuk." Istri: "Sepertinya di sirkus itu ada atraksi menarik, perempuan cantik menunggangi singa tanpa busana." Suami: "Kamu sangat keras kepala. Dalam segala hal kamu selalu memaksakan kehendak. Tapi, oke, ayo kita nonton. Lagipula aku sudah lama tidak melihat singa." Kisah berlanjut. Suami-istri pergi ke sirkus. Suami bahkan membeli kursi barisan depan. Pertunjukan singa dimulai... tapi sampai selesai tidak ada atraksi perempuan cantik tanpa busana yang menunggangi singa. Suami (kesal): "Tadi kamu bilang ada atraksi perempuan cantik tanpa busana?" Istri: "Mana ada. Tadi aku bilang singa tanpa busana, bukan perempuan tanpa busana...." *yuuk scroll ke atas lagi.
rid kc
Pilpres memang udah usai. Yang masih getol menyerang adalah tim 01. Sementara tim 03 sudah pasrah kecuali capresnya yang ngotot tidak percaya hasil hitung cepat sementara cawapresnya sudah legowo dan percaya hasil hitung cepat. Tim 02 pun diam dan tidak ada suara apapun. Mungkin ini untuk meredam suasana yang masih panas atau mungkin taktik tim 02 dimana sebelum pilpres menyerang habis-habisan setalah pilpres mereka bertahan total kayak sistem catenacio Italia. Capres 02 sudah silaturrahim ke sesepuh partai dan cawapresnya juga ingin bersilaturahmi ke paslon 01 dan 03. Begitulah taktik yang luar biasa dipraktekkan paslon 02. Saatnya meredakan suasana. Ada permasalahan silahkan ke MK. MK pun bisa jadi ketuanya kembali dijabat sang paman karena gugatan sang paman di PTUN dikabulkan. Ya sudahlah semua harus logowo. Kembali ke aktivitas masing-masing.
Mirza Mirwan
Parliamentary Threshold (ambang batas parlemen) sebenarnya tidak adil. Banyak negara di Eropa menerapkan ambang batas parlemen itu. Tetapi beberapa negara memberi pengecualian untuk partai kecil. Jerman, misalnya, ambang batasnya 5%, tetapi untuk partai kecil 0%. Pun Serbia, ambang batas 3%, untk partai kecil 0%. Di kita ambang batas 4% dan tak ada toleransi untuk partai kecil. Angka 4% itu dihitung dari keseluruhan suara sah dalam pemilu legislatif. Hanya partai yang memenuhi ambang batas 4% yang diikutkan dalam pembagian kursi. Dalam pileg DPR 2024 ini, taruhlah suara sah ada 175.000.000. Berarti 4%-nya 7.000.000. Padahal mungkin ada partai yang perolehannya hanya 3-4 juta yang di provinsi tertentu bisa meraih 5-6 kursi. Tapi gegara ambang batas 4% itu hilanglah kesempatan meraih kursi. Saya pernah menulis bahwa founding fathers kita dulu mengambil AS sebagai role model. Dari lambang negara: AS menggunakan burung rajawali yang menggigit pita bertuliskan "E Pluribus Unum", di kita burung garuda yang kedua cakarnya membentangkan pita bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika". Presiden adalah kepala negara sekaligus kepala pemerintahan -- bedanya di sana masa jabatan 4 tahun, di kita 5 tahun. Di AS tak ada parliamentary threshold, karena pileg di sana menggunakan sistem "first-past-the-post" -- peraih suara terbanyak yang memenangi kursi. Karena jumlah dapil (constituency) disamakan dengan jumlah kursi. Satu dapil satu kursi. Di kita? Anda sudah tahu.
Handoko Luwanto
Aplikasi Urut-Komen nya masih running di laptop (local network). Selama blum dipindahkan ke server, bisa jadi urutan komennya tidak 100% valid. Yaitu karna gak jarang laptop di-off slama sy tdk d tempat. Saat laptop di-on-kan kembali, bagian yg bisa bikin tdk valid adalah : "Misalnya pas nemukan 2 komen yg sama-sama sudah terposting 10 menit, d mana itu adalah1 komen utama + 1 komen replay pd komen yg lain". Bisa jadi komen reply pd komen lain itu diposting lebih dulu. Tapi bisa juga komen utama yg diposting dulu. Beda jika masih dalam satuan detik, nyaris tdk mungkin ada >1 komen diposting pada detik yg sama. Tapi jika satuan waktunya sudah masuk ke menit, jam dst, bakal muncul "uncertainty" urutan sperti d atas. Kecuali jika komennya sama-2 berstatus utama, atau sama-2 berstatus reply pada komen utama yg sama. Nanti stelah fitur auto-notif jadi, app ini akan dibikin spenuhnya online. Gara-gara usulan #1 tdk dipenuhi, jadilah sperti kembali ke masa kuliah dulu dengan membikin algoritma app ini :-)
Handoko Luwanto
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id