"Karena itu, tidak perlu menghentikan penggunaan mesin atau kendaraan yang terkena dampak. Namun, kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada para pelanggan kami yang terkena dampak, serta kepada seluruh pemangku kepentingan lainnya atas ketidaknyamanan dan kekhawatiran yang ditimbulkan," demikian keterangan resmi TMC seperti dikutip dari website resminya pada Minggu, 4 Februari 2024.
Berdasarkan hasil penyelidikan, TICO memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman mesin yang terkena dampak.
BACA JUGA:
- Toyota GR Corolla: Hatchback yang Sporty dan Agresif, Performa Mesin Luar Biasa
- Bocoran Spesifikasi Toyota Taisor, SUV Coupe Terbaru dari Toyota Calon Pesaing Hyundai Kreta dan KIA Seltos
Toyota juga memutuskan untuk menghentikan sementara pengiriman kendaraan yang dilengkapi mesin yang terkena dampak.
"Kami akan memberikan penjelasan rinci kepada pihak berwenang dan segera mengambil tindakan yang tepat, termasuk melakukan pengujian di hadapan saksi jika diperlukan," tulis TMC.
Sertifikasi terdiri dari meminta otoritas nasional memeriksa dan memastikan terlebih dahulu bahwa kendaraan memenuhi berbagai standar. Sehingga pelanggan dapat mengemudikan kendaraannya dengan tenang.
TMC menganggap proses sertifikasi yang tepat sebagai prasyarat utama dalam menjalankan bisnis sebagai produsen mobil.
Selain itu, TMC juga menyadari betapa seriusnya fakta bahwa pelanggaran sertifikasi yang berulang kali terjadi di TICO dalam kasus skandal Daihatsu, telah mengguncang fondasi perusahaan sebagai produsen mobil di Jepang.
BACA JUGA:
- Review Toyota GR Corolla: Hatchback Sport yang Menantang, Harga Nyaris Rp1 M
- BACA JUGA:Begini Tampang Toyota Rangga Concept, mobil komersial Calon Penerus Hilux?