Mengapa ada Hari Kanker Sedunia? Ini kata Guru Besar FIKES Esa Unggul

fin.co.id - 03/02/2024, 09:59 WIB

Mengapa ada Hari Kanker Sedunia? Ini kata Guru Besar FIKES Esa Unggul

Hari kanker sedunia 4 Februari 2024

Hal ini berdasarkan temuan terbaru yang dipublikasikan dalam British Medical Journal (BMJ) Oncology yang dirilis pada September 2023, berjudul Global trends in incidence, death, burden and risk factors of early-onset cancer from 1990 to 2019, menunjukkan bahwa pada 2019, diagnosis kanker baru di kalangan usia di bawah 50 tahun berjumlah 1,82 juta orang, meningkat 79 persen dibandingkan angka tahun 1990, selama tiga dekade terakhir. 

Pada hasil penelitian kolaborasi yang dilakukan oleh para peneliti dari berbagai institusi tersebut, juga disebutkan bahwa dari 29 jenis kanker di 204 negara dan beberapa wilayah, prevalensi kasus kanker payudara merupakan kasus tertinggi yaitu 13.7 per 100.000 orang dengan tingkat mortalitas sebesar 3,5 per 100.000 orang pada populasi global.

“Pada penelitian ini juga ditemukan sebanyak 1,06 juta orang berusia di bawah 50 tahun meninggal karena kanker pada tahun 2019, meningkat 28 persen dibandingkan angka pada tahun 1990. Angka kematian tertinggi setelah kanker payudara, adalah kanker tenggorokan, paru-paru, kanker gastro intestinal, serta kanker ginjal dan ovarium”, imbuhnya.

Upaya Pencegahan Kanker

Prof. Maksum menganjurkan untuk pencegahan penyakit kanker antara lain adalah dengan menerapkan gaya hidup aktif dan pola hidup sehat guna mengurangi risiko terkena kanker.

Aktif berolahraga seraca rutin dan upayakan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Penting untuk diingat bahwa faktor individu, seperti genetika dan usia, juga berperan dalam risiko kanker.

Beberapa hal yang perlu diketahui untuk pencegahan kanker abtara lain adalah, diet sehat dengan mengonsumsi beragam buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan; batasi daging merah dan daging olahan; pilih sumber protein tanpa lemak.

Selain itu, usahakan untuk olahraga secara rutin dan menjaga berat badan yang sehat. Hindari merokok dan paparan asap rokok, hindari paparan sinar matahari berlebihan untuk mengurangi risiko kanker kulit, serta hindari paparan karsinogen lingkungan.

“Vaksinasi untuk mencegah infeksi virus yang dapat meningkatkan risiko kanker, seperti human papillomavirus (HPV) dan virus hepatitis B dapat dilakukan untuk mencegah kanker serviks dan kanker hati. Disamping itu lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk deteksi dini kanker tertentu, seperti mammogram, Pap smear, dan kolonoskopi."

Jika seseorang memiliki riwayat keluarga yang mengidap kanker, pertimbangkan untuk melakukan konseling genetik guna menilai risiko dan tindakan upaya pencegahannya”, tutup Prof. Maksum, mengakhiri perbincangan ini. (*) 

Admin
Admin
Penulis

Penulis FIN.CO.ID