Kesehatan

28 Januari Hari Kusta Sedunia, Begini Penjelasan Guru Besar Universitas Esa Unggul

fin.co.id - 28/01/2024, 08:46 WIB

Penyakit kusta

FIN.CO.ID-  Pada tahun 2024 ini peringatan Hari Kusta Sedunia jatuh pada hari Minggu tanggal 28 Januari. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), peringatan Hari Kusta Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap penyakit kusta dan penderitanya.

Lantas bagaimana tentang Hari Kusta Sedunia tahun 2024 ini, mengapa kita merayakan Hari Kusta Sedunia, dan apa yang bisa kita lakukan?

Berikut ini rangkuman hasil perbincangan dengan Prof. Maksum Radji, Gurubesar Mikrobiologi, Prodi Farmasi FIKES, Universitas Esa Unggul Jakarta. 

Menurut Prof. Maksum, Hari Kusta Sedunia ini dirayakan untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit yang menurut sebagian masyarakat dianggap sudah tidak ada lagi.

BACA JUGA:

Padahal setiaptahunnya masih terdapat lenih dari 200.000 kasus baru di seluruh dunia dan jutaan orang hidup dengan dampak buruk akibat tertundanya pengobatan kusta.

“Hari Kusta Sedunia ini diperingati untuk memberikan rasa simpati dan empati pada kehidupan orang-orang yang terkena dampak penyakit kusta dan meningkatkan kesadaran akan gejala penyakit, serta untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak ada lagi stigma negatif pada penderita penyakit kusta dan untuk meningkatkan martabat orang-orang yang terkena penyakit kusta ini”, katanya. 

Tema dan makna Hari Kusta Sedunia tahun 2024

Prof. Maksum menambahkan bahwa penyakit kusta merupakan salah satu penyakit tertua yang dialami umat manusia, dimana saat ini terdapat jutaan orang hidup dengan disabilitas akibat kusta, khususnya di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Selatan. Penyakit kusta dapat disembuhkan dengan kombinasi antibiotik yang dikenal dengan Multi Drug Therapy (MDT). Jika penyakit kusta ini tidak diobati, maka dapat menyebabkan komplikasi yang serius.

Adapun tema yang diusung pada Hari Kusta Sedunia 2024 ini sebagaimana yang dilansir dari situs WHO, adalah "Beat Leprosy" atau "Kalahkan Kusta".

Makna dari tema ini adalah merupakan ajakan bahwa disamping kusta tidak lagi menjadi sumber stigma negatif, melainkan juga sebuah kesempatan untuk menunjukkan bahwa panyakit kusta dapat diobati dan dikalahkan serta bisa disembuhkan.

Apa penyebab penyakit kusta?

Melansir  laman https://www.leprosymission.org/what-is-leprosy/ Prof. Maksum menjelaskan bahwa penyakit kusta yang juga dikenal dengan Penyakit Hansen disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium leprae.

Penyakit ini terutama menyerang kulit, sistim saraf, dan mata. Walaupun demikian, kusta bukanlah penyakit yang sangat menular.

Masa inkubasinya, yaitu masa antara infeksi dan munculnya gejala penyakit, cukup lama rata-rata sekitar lima tahun, tetapi bisa berkisar antara satu tahun hingga 20 tahun. Selama masa inkubasi, orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda atau gejala apa pun, namun sudah dapat menularkannya kepada orang lain.

“Siapa pun sebetulnya dapat tertular penyakit kusta, namun sebagian besar dari kita memiliki sistem kekebalan yang cukup kuat sehingga tidak menderika penyakit kusta, meskipun kita tinggal di negara yang endemik penyakit kusta”, ungkapnya.

Admin
Penulis
-->