Otomotif

Cara Mudah Cek Kondisi Ban Mobil Usai Perjalanan Jauh

fin.co.id - 12/01/2024, 15:42 WIB

Cara mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengecek kokndisi ban mobil usai perjalanan jauh

FIN.CO.ID - Tak perlu repok mengecek kondisi ban mobil Anda usai melakukan perjalanan jauh, baik mudik maupun touring.

Pengecekan kondisi ban mobil usai perjalanan jauh sangat penting demi menjaga keamanan dan keselamatan Anda.

Sebab perjalanan jauh membuat penggunaan ban mobil menjadi lebih berat dibandingkan biasanya. 

Menurut Asst. to Service Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Hariadi, selain menopang bobot angkut lebih berat, ban mobil juga menempuh jarak lebih panjang dan lama, sehingga temperatur ban cenderung lebih panas serta dapat mengakibatkan penurunan kondisi dan kualitas ban.

Karenanya, pemilik kendaraan disarankan untuk melakukan pengecekan pertama pada bagian ban secara mandiri setelah selesai melakukan perjalanan jauh.

"Bila mobil sudah dipakai untuk durasi yang lama di perjalanan, akan sangat baik bila pelanggan melakukan pengecekan menyeluruh. Hal ini guna memastikan setiap komponen mesin dan suku cadang kendaraan ada pada kondisi baik dan siap pakai. Sudah tentu keselamatan dalam berkendara merupakan hal yang utama, maka dapat dimulai dari merawat kendaraan pribadi dengan saksama sesuai standar yang dianjurkan," katanya dalam keterangannya, Jumat, 12 Januari 2024.

BACA JUGA:

Berikut beberapa cara mudah pengecekan ban mobil ala PT SIS

Bebas dari benda tajam

Ban mobil yang digunakan untuk menyusuri medan jalan beragam memiliki potensi tinggi untuk menancap pada benda tajam seperti batu, serpihan besi, bahkan paku. Benda tajam yang menancap pada ban mobil tidak boleh dianggap sepele karena dapat menyebabkan kebocoran dan berdampak pada keselamatan pengendara.

Ban mobil dengan tekanan angin rendah atau kempis tetapi bergerak dengan kecepatan yang relatif tinggi akan lebih cepat memicu peningkatan suhu udara pada ban sehingga potensi ban meledak dalam perjalanan juga lebih tinggi.

Ban yang kempis juga bisa berakibat pada mobil sulit dikendalikan dan performa pengereman yang menurun. Selain itu, ban kempis yang dipakai terus menerus bisa berakibat pada deformasi komponen lainnya seperti pelek kendaraan. Pengguna mobil juga bisa memperhatikan riwayat tambalan ban mobilnya. Ban yang sudah terlalu banyak ditambal kualitasnya akan menurun dan membahayakan keselamatan. Hal ini dikarenakan ban dengan titik tambalan yang banyak akan menyebabkan ketidakseimbangan berat pada titik-titik tersebut yang secara perlahan juga mempengaruhi handling kendaraan. Kondisi ini sebaiknya mendapat perhatian khusus agar segera diganti.

Kelayakan tahun pakai ban

Setiap ban mobil yang diproduksi memiliki usia pakai yang berbeda, tergantung dari kualitas karet ban, dan cara pemakaian, serta perawatannya. Pada kondisi normal saat mobil rutin digunakan untuk beraktivitas sehari-hari, secara alamiah ban akan perlahan aus dan traksi kendaraan berkurang jika dibandingkan dengan ban yang baru.

BACA JUGA:

Salah satu cara untuk menjaga keawetan usia ban adalah dengan menerapkan gaya mengemudi eco-driving yaitu menghindari gaya mengemudi agresif seperti menikung tajam, akselerasi cepat yang dilakukan secara mendadak, atau bahkan pengereman mendadak.

Bila pengguna kendaraan hendak mengganti ban, penting pula untuk memperhatikan tahun produksi ban. Sebab ban dengan tahun produksi yang lebih baru tentu akan lebih tangguh. Sedangkan ban yang sudah lama diproduksi daya tahannya cenderung akan berkurang. Untuk mengecek tanggal produksi ban, pengguna kendaraan dapat melihat empat angka paling kanan dari nomor kode ban yang menampilkan informasi minggu dan tahun ban tersebut diproduksi.

Cek tingkat keausan ban

Setelah kendaraan digunakan dalam perjalanan jauh, penting bagi pemilik kendaraan untuk meluangkan waktu mengecek tingkat keausan pada ban mobil. Pengecekan ini dapat dilakukan secara mandiri dengan cara melihat indikator keausan tapak ban berbentuk segitiga yang bisa ditemukan pada dinding ban. Indikator ini akan menjadi parameter untuk menunjukkan ketebalan ban masih dalam kondisi aman untuk digunakan atau lebih dari 1,6 mm.

Gatot Wahyu
Penulis
-->