Geng Los Choneros pimpinan Adolfo Macias adalah salah satu geng yang dianggap pihak berwenang bertanggung jawab atas lonjakan kekerasan yang mencapai tingkat tertinggi baru pada tahun lalu dengan pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio.
Saat itu Fernando Villavicencio mengklaim geng Los Choneros mengancamnya, namun pihak berwenang belum dapat menuduh Macias atau kelompoknya berada di balik pembunuhan tersebut.
Geng narkoba ini memiliki hubungan dengan kartel Sinaloa Meksiko, menurut pihak berwenang.
Bahkan dari dalam penjara, Macias diyakini mampu menggunakan pengaruhnya terhadap geng tersebut, termasuk menguasai jalur dan wilayah penyelundupan narkoba.
Sejak tahun 2021, setidaknya 400 narapidana telah meninggal di penjara di Ekuador, menurut pihak berwenang.
Presiden Ekuador Umumkan Perang

Aparat kepolisian saling tembak dengan Gembong Narkoba di Ekuador--Tangkapan layar video
Presiden Ekuador Daniel Noboa menyatakan perang terhadap kartel narkotika dan gerombolan kriminal tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan radio lokal Radio Canela, Noboa membahas menyebut para aksi kekerasan dari gembong narkoba itu sebagai aksi teroris.
"Kita menyatakan perang. Kita tidak boleh menyerah kepada teroris ini. Kita akan melakukan apa yang diperlukan untuk menghapus rasa tidak aman" kata dia dilansir Anadolu, Kamis 11 Januari 2024.
"Kelompok kriminal ini mungkin mengira bisa menjatuhkan presiden dengan menyerang stasiun televisi dan menyandera aparat keamanan. Mereka tidak akan berhasil," kata Noboa.
Pada Selasa 9 Januari lalu, Noboa mengumumkan bahwa negara dalam kondisi konflik bersenjata internal dan menyatakan 22 kelompok kriminal sebagai organisasi teroris.
Noboa juga memerintahkan tentara bergerak melawan kelompok kriminal yang meneror masyarakat.
Menurut Noboa, dengan menyatakan kelompok tersebut sebagai kelompok teroris, maka pemerintah akan mudah mengambil tindakan terhadap mereka.
"Semua kelompok teroris tersebut akan menjadi sasaran militer, jika Anda ingin melawan dan berani, maka kalian akan berhadap dengan militer," kata dia.