Mariam dan anak-anaknya kemudian tinggal bersama neneknya.
Mariam merasa dikhianati dan disakiti oleh suaminya.
Ia berkata: "Aku tumbuh dengan air mata. Seluruh hidupku habiskan untuk mengurus anak-anak dan bekerja untuk mencari uang".
Mariam tidak pernah menyerah. Ia berusaha keras untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
Ia melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari penata rambut, dekorator, penjual besi tua, pembuat minuman keras, hingga penjual jamu.
Ia juga mengajarkan anak-anaknya keterampilan yang berguna, seperti menanam sayuran, memelihara ayam, dan menjahit.
Ia menghabiskan sebagian besar penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya, seperti makanan, pakaian, kesehatan, dan pendidikan.
Harapan Mama Uganda

Mariam Nabatanzi, Wanita Tersubur di Dunia, Image: Discover With Ruhi Cenet / YouTube--
Mariam Nabatanzi bangga dengan anak-anaknya. Di dinding rumahnya, terpajang foto-foto anak-anaknya yang lulus dari sekolah dengan medali di leher mereka.
Anak tertuanya, Ivan Kibuka, berusia 28 tahun dan sudah bekerja untuk membantu ibunya.
Anak bungsunya, yang merupakan pasangan kembar keenamnya, berusia 6 tahun dan masih bersekolah.
Mariam berharap anak-anaknya bisa memiliki masa depan yang lebih baik darinya.
Ia berkata: "Aku tidak menyesal memiliki anak-anak ini. Mereka adalah anugerah Tuhan. Aku berdoa agar mereka bisa sukses dalam hidup dan menjadi orang-orang yang baik".
Mariam Nabatanzi adalah wanita yang luar biasa. Ia menunjukkan kekuatan, ketabahan, dan dedikasi yang tak tertandingi.