"Waktu kita muda, kita bersumpah, siap memberikan segala-galanya untuk bangsa Indonesia. Waktu itu Indonesia baru merdeka, kami ingin Indonesia menjadi negara makmur, tidak ada laki-laki dan perempuan Indonesia yang sulit mencari pekerjaan. Tidak ada orang tua, yang tidak bisa mengirim anak-anaknya ke sekolah," kata dia.
Prabowo menyampaikan di masa-masa awal kemerdekaan selepas penjajahan, seluruh pemimpin bangsa berjuang mempertahankan negara, karena Indonesia saat itu masih miskin, namun kaya sumber daya alam (SDA).
"Karena Nusantara ini sangat kaya, kita sangat kaya. Dan sampai saat ini kita masih sangat kaya," katanya.
Menurut Prabowo, dalam perjalanan kepemimpinan Indonesia, setiap pemimpin pasti mempunyai jasa atas kemajuan bangsa. Namun demikian, pasti pula ada kekurangan, sehingga tugas pemimpin selanjutnya adalah meneruskan kemajuan yang lebih hebat.
"Dari zaman Bung Karno, apakah pak Karno ada kekurangan? Ada. Namanya manusia. Pak Harto, membuat kita swasembada, apakah ada kekurangan? Ada. Namanya manusia, Pak Habibie majukan teknologi, ada kekurangan? Ada. Gusdur, Bu Mega, Pak SBY, Pak Jokowi. Khususnya Presiden Jokowi, kita harus meneruskannya kemajuan dengan lebih hebat," kata Prabowo.