Efek Mandela - Kamu pernah nggak sih merasa yakin banget sama sesuatu yang ternyata salah?
Misalnya, banyak orang yang mengira bahwa nama lengkap presiden pertama Indonesia adalah Ir. Soekarno, padahal sebenarnya itu hanya gelarnya. Nama lengkapnya adalah Koesno Sosrodihardjo.
Atau, kamu mungkin ingat bahwa ada sebuah film yang dibintangi oleh Sinbad sebagai jin, padahal film itu nggak pernah ada.
Kalau kamu pernah mengalami hal-hal seperti itu, berarti kamu mengalami efek Mandela.
Efek Mandela adalah fenomena psikologis di mana banyak orang mengingat sesuatu yang salah sebagai sesuatu yang benar, bahkan ketika ada bukti yang membantah ingatan mereka.
Nama fenomena ini berasal dari kasus Nelson Mandela, seorang tokoh politik Afrika Selatan yang banyak orang percaya telah meninggal di penjara pada tahun 1980-an, padahal ia baru meninggal pada tahun 2013.
Efek Mandela sering terjadi pada hal-hal yang berkaitan dengan budaya populer, sejarah, atau bahkan geografi.
- BACA JUGA:Mengenal Apa Itu Demensia, Kondisi yang Sering Dikira Orang Sama dengan Pikun
- BACA JUGA:Mengenal Apa Itu Fisioterapi, Bidang Kesehatan yang Dapat Mempercepat Proses Penyembuhan
Bagaimana Efek Mandela Terjadi

Tapi, kenapa sih efek Mandela bisa terjadi? Apa yang menyebabkan ingatan kita bisa salah begitu? Ada beberapa teori yang mencoba menjelaskan fenomena ini, seperti:
Kesalahan memori
Ini adalah teori yang paling sederhana dan masuk akal. Memori kita nggak selalu sempurna dan bisa berubah seiring waktu. Kadang-kadang kita lupa, salah mengasosiasikan, atau mengonfirmasi sesuatu yang nggak benar. Hal-hal yang kurang penting, ambigu, atau jarang diingat cenderung lebih mudah terkena kesalahan memori.
Pengaruh sosial
Ini adalah teori yang mengatakan bahwa ingatan kita dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar kita. Kita cenderung mengikuti apa yang dikatakan atau dipercayai oleh mayoritas, apalagi kalau mereka adalah orang-orang yang kita hormati atau kagumi. Kita juga bisa terpengaruh oleh media, internet, atau sumber informasi lain yang bisa menyesatkan atau menipu kita.