Asal-usul Hajar Aswad, dari Surga atau Luar Angkasa?

fin.co.id - 24/11/2023, 09:37 WIB

Asal-usul Hajar Aswad, dari Surga atau Luar Angkasa?

Asal-usul Hajar Aswad, Image: Fireball: Visitors from Darker Worlds / Apple TV+

Dari Umar bin Khattab, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Hajar Aswad memiliki lidah dan bibir yang dapat memberikan kesaksian terhadap orang yang mencium atau menyentuhnya pada hari Kiamat dengan jujur.”

Dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ketika mengambil janji di atas anak cucu Adam, dia menulis satu surat atas mereka kemudian meletakkannya di dalam Hajar Aswad. Hajar Aswad itu akan bersaksi bagi orang mukmin karena memenuhi janji dan bersaksi juga terhadap orang kafir karena pengingkaran dan pembangkangannya.”

Asal-usul Hajar Aswad Menurut Ilmuwan


Asal-usul Hajar Aswad, Image: Fireball: Visitors from Darker Worlds / Apple TV+--

Selain dari sisi keagamaan, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteorit, yaitu batu yang berasal dari luar angkasa dan jatuh ke bumi.

Salah satu pendapat yang menyatakan hal ini adalah dari Prior-Hey, seorang geolog, pada tahun 1953. 

Dia memublikasikan Catalog of Meteorites yang telah bertahun-tahun disusunnya, mengatakan Hajar Aswad adalah batu meteor. 

Anggapan Prior-Hey bersumber dari pendapat Kahn, seorang geolog lainnya, pada tahun 1936, berpendapat Hajar Aswad adalah meteorit aerolit, yakni meteorit yang tersusun oleh senyawa-senyawa penyusun batuan dan tidak didominasi oleh besi dan nikel yang berlimpah sebagaimana halnya meteorit besi (siderit).

Namun, pendapat ini ditentang oleh beberapa ahli lain, seperti Dr. M. Sadiq Malkawi, seorang profesor geologi di Universitas Yordania, yang mengatakan bahwa Hajar Aswad bukanlah meteorit, melainkan impactite, yaitu batu yang terbentuk akibat benturan benda langit dengan bumi. 

Dia mengatakan bahwa Hajar Aswad memiliki struktur yang mirip dengan impactite yang ditemukan di Arizona, Amerika Serikat, yang juga berwarna hitam dan berkilau.

Akan tetapi, pendapat ini juga tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, karena tidak ada sampel Hajar Aswad yang bisa dianalisis secara langsung. 

Kesimpulan

Dari sini bisa kita simpulkan bahwa Hajar Aswad adalah batu dengan nilai sejarah, keagamaan, dan kebudayaan yang tinggi bagi umat Islam di seluruh dunia. 

Namun bagi sebagian, Hajar Aswad masih dianggap misterius, karena tidak pernah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan melalui sampel.

Di luar itu, Hajar Aswad memiliki keunikan dan keindahan yang menarik perhatian banyak orang. 

Makruf
Makruf
Penulis

Penulis FIN.CO.ID