FIN.CO.ID - Pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa, 21 November 2023, hingga pukul 11.00 WIB menguat. Rupiah diperdagangkan di level Rp15.366 per dolar AS, menguat 0,34% dari posisi penutupan hari sebelumnya di level Rp15.400 per dolar AS.
Pergerakan rupiah yang menguat hari ini didorong oleh sejumlah faktor, di antaranya:
- Ketidakpastian global yang mulai mereda
- Data ekonomi Indonesia yang positif
- Stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah dan Bank Indonesia
Ketidakpastian global yang mulai mereda menjadi sentimen positif bagi rupiah. Hal ini karena ketidakpastian global dapat meningkatkan risiko aset berisiko, termasuk rupiah.
Data ekonomi Indonesia yang positif juga menjadi sentimen positif bagi rupiah. Data perdagangan Indonesia pada September 2023 menunjukkan surplus sebesar US$3,5 miliar, tertinggi dalam 11 tahun terakhir.
BACA JUGA:
- BRI Siapkan Kas Rp25,2 triliun Menghadapi Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
- Holding Ultra Mikro Layani Masyarakat yang Belum Punya Akses ke Layanan Keuangan Formal
Data ini menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia masih kuat dan mampu bertahan di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah dan Bank Indonesia juga menjadi sentimen positif bagi rupiah. Stimulus ini diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Ilustrasi Menghitung Uang Rupiah-FIN.CO.ID-
Berdasarkan perkiraan analis, rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini didukung oleh sejumlah faktor, di antaranya:
- Ketidakpastian global yang mulai mereda
- Data ekonomi Indonesia yang positif
- Stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah dan Bank Indonesia
Namun, analis juga mengingatkan bahwa sentimen negatif, seperti kenaikan suku bunga The Fed, masih dapat menekan rupiah.
BACA JUGA:
- Cara Registrasi Rekening Efek dan RDN BRI pada Aplikasi BRImo
- Gas dari Pipa Cisem-1 Mengalir ke Kawasan Industri Kendal, Dorong Nilai Tambah Ekonomi