Kesehatan

Skizofrenia: Kondisi yang Bikin Orang Tidak Bisa Membedakan Hayalan dan Kenyataan

fin.co.id - 18/11/2023, 06:01 WIB

Skizofrenia: Kondisi yang Bikin Orang Tidak Bisa Membedakan Hayalan dan Kenyataan

Mengenal Apa Itu Skizofrenia, Image: Cotton Bro Studio / Pexels

Mengenal Apa Itu Skizofrenia - Skizofrenia adalah gangguan mental yang bikin orang susah bedain antara hayalan sama kenyataan. 

Skizofrenia itu bukan gila, tapi penyakit yang serius dan bisa ngeganggu banget aktivitas sehari-hari. 

Skizofrenia itu cukup umum. Menurut data hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, 450 ribu orang di Indonesia disebut memiliki kondisi ini.

Sayangnya, banyak orang yang ga sadar kalau mereka atau orang dekat mereka punya skizofrenia. 

Ini bisa bahaya, soalnya tanpa pengobatan yang bener, skizofrenia bisa bikin komplikasi serius, kayak depresi, bunuh diri, narkoba, atau penyakit fisik lainnya.

Penyebab Skizofrenia

Sampai sekarang, ga ada yang tau pasti apa yang bikin skizofrenia. 

Tapi, ada beberapa faktor yang bisa nambah risiko seseorang kena skizofrenia, kayak:

  • Faktor keturunan: Skizofrenia itu bisa turun-temurun. Jadi, kalau ada orang tua, saudara, atau kerabat dekat yang punya skizofrenia, kemungkinan kamu juga punya skizofrenia lebih gede.
  • Faktor lingkungan: Ada beberapa hal di lingkungan yang bisa nyebabin skizofrenia, kayak stres, trauma, infeksi, atau kurang gizi pas hamil atau kecil-kecil.
  • Faktor biologis: Skizofrenia itu ada hubungannya sama zat kimia di otak, terutama yang namanya dopamin. Dopamin itu penting buat ngatur emosi, motivasi, dan gerakan: Kalau dopaminnya kebanyakan atau kekurangan, bisa bikin otak ga berfungsi normal.
  • Faktor psikologis: Skizofrenia juga bisa dipengaruhi sama faktor psikologis, kayak kepribadian, cara berpikir, atau cara ngadepin masalah. Orang yang punya kepribadian yang tertutup, susah beradaptasi, atau gampang terpengaruh bisa lebih gampang kena skizofrenia.

Gejala Skizofrenia

Gejala skizofrenia itu beda-beda, tergantung jenis dan tingkat keparahannya. Secara umum, gejala skizofrenia itu dibagi jadi tiga kelompok, yaitu:

  • Gejala positif: Gejala ini ditunjukin sama adanya hal yang aneh, kayak halusinasi, delusi, gangguan berpikir, atau perilaku ganjil. Misalnya, orang yang punya skizofrenia bisa denger suara yang ga ada, yakin sama hal yang ga nyata, ngomong ga nyambung, atau gerak ga karuan. Salah satu jenis skizofrenia yang paling sering ditemui adalah skizofrenia paranoid, di mana orangnya suka merasa dikejar-kejar, ditipu, atau dijauhi sama orang lain.
  • Gejala negatif: Gejala ini ditunjukin sama ilangnya hal yang normal, kayak emosi, motivasi, atau minat. Misalnya, orang yang punya skizofrenia bisa jadi males, cuek, datar, atau ga mau ngobrol sama orang lain.
  • Gejala kognitif: Gejala ini ditunjukin sama gangguan pada kemampuan berpikir, kayak ingatan, perhatian, atau pengambilan keputusan. Misalnya, orang yang punya skizofrenia bisa jadi lupa, mudah kacau, atau susah ngerjain tugas.

Pengobatan Skizofrenia

Skizofrenia itu penyakit mental yang ga bisa sembuh, tapi bisa dikontrol. 

Dengan pengobatan yang bener, gejala skizofrenia bisa berkurang dan hidup penderita bisa lebih baik. 

Pengobatan skizofrenia biasanya meliputi:

  • Obat-obatan: Obat yang dipake buat ngobatin skizofrenia itu namanya antipsikotik. Obat ini kerjanya dengan ngatur dopamin di otak, jadi bisa ngurangin gejala positif skizofrenia. Contoh obat antipsikotik yang sering dipake adalah risperidon, olanzapin, aripiprazol, dan klozapin. Obat ini harus diminum terus menerus dan sesuai sama dosis yang disaranin sama dokter. Obat ini juga bisa bikin efek samping, kayak ngantuk, gendut, gemetar, atau gangguan hormon.
  • Psikoterapi: Psikoterapi itu proses konsultasi sama psikolog atau psikiater buat bantuin penderita skizofrenia ngadepin masalah psikologis yang dialamin. Psikoterapi bisa dilakuin sendiri, bareng orang lain, atau bareng keluarga. Tujuan psikoterapi adalah buat ningkatin pemahaman, keterampilan, dan kesejahteraan penderita skizofrenia.
  • Terapi lain: Selain obat-obatan dan psikoterapi, ada beberapa terapi lain yang bisa bantuin penderita skizofrenia, kayak terapi elektrokonvulsif, terapi gelombang magnetik, atau terapi okupasi. Terapi ini tujuannya buat ngatasi gejala skizofrenia yang ga membaik dengan obat-obatan atau psikoterapi. Terapi ini biasanya dilakuin di bawah pengawasan dokter dan cuma buat kasus-kasus tertentu.

Cara Mencegah Skizofrenia

Skizofrenia itu ga bisa dicegah 100%, karena bisa dipicu sama faktor-faktor yang ga bisa dikontrol, kayak keturunan atau biologis. 

Tapi, ada beberapa cara yang bisa dilakuin buat ngurangin risiko atau memperbaikin kondisi penderita skizofrenia, yaitu:

Makruf
Penulis
-->