Ada Apa dengan Sindrom Nasi Goreng ?

fin.co.id - 09/11/2023, 16:01 WIB

Ada Apa dengan Sindrom Nasi Goreng ?

“Penyakit ini biasanya berlangsung singkat dan dapat sembuh dengan sendirinya, namun penyakit ini bisa menjadi parah pada kelompok berisiko tinggi, seperti mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan bagi orang-orang yang rentan, seperti anak-anak atau mereka yang memiliki penyakit penyerta, memerlukan bantuan medis yang tepat. Adapun gejala infeksi Bacillus cereus antara lain diare, muntah, sakit perut dan biasanya terjadi sangat cepat. Pasien akan mulai merasakan sakit sekitar 30 menit setelah makan, meski gejalanya bisa timbul hingga 15 jam kemudian”, tambahnya.

Terapi “Sindrom Nasi Goreng”

Gejala “sindrom nasi goreng” mungkin terasa mengganggu, tetapi biasanya gejala tersebut dapat hilang dengan sendirinya dan hilang dalam waktu 24 jam, kata Prof. Maksum. Namun yang penting adalah menjaga untuk tetap terhidrasi, terutama jika mengalami muntah dan diare.

“Jika gejalanya parah atau berkepanjangan, atau jika sistem imunitas terganggu, kunjungi dokter secepatnya. Terapi antibiotik tidak diperlukan untuk keracunan makanan yang disebabkan oleh Bacillus cereus, karena gejala penyakit lebih dominan disebabkan oleh toksin bakteri, kecuali ada infeksi penyerta lainnya. Namun cairan intra vena terkadang diperlukan jika seseorang mengalami muntah parah dan diare yang ekstrem”, tambahnya.

Bagaimana Upaya Pencegahannya?

Prof. Maksum mengatakan bahwa makanan umumnya berisiko bagi kesehatan manusia bila disimpan pada suhu kamar. Pada suhu kamar antara 25 – 70 derajat Celsius cukup hangat untuk memungkinkan bakteri berkembang biak, tetapi tidak terlalu panas untuk membunuh bakteri atau menonaktifkan racun dalam makanan. Jika memanaskan kembali makanan, sebaiknya dipanaskan kembali hingga lebih dari 80 derajat Celcius.

“Sebaiknya memasak makanan hingga matang dan menyimpannya di lemari es jika tidak segera dikonsumsi. Makanan tidak boleh disimpan pada suhu kamar atau di nampan penghangat untuk jangka waktu lama, karena hal ini memungkinkan bakteri berkembang biak dan menghasilkan lebih banyak toksin bakteri”, tuturnya.

Penting juga untuk mengingat prinsip-prinsip umum kebersihan makanan. Sebelum menyiapkan makanan, cuci tangan. gunakan peralatan yang bersih, dan hindari mengkontaminasi makanan matang dengan makanan mentah guna meminimalkan risiko infeksi Bacillus cereus,” pungkasnya mengakhiri perbincangan ini.

Sahroni
Sahroni
Penulis

Penulis FIN.CO.ID