Kepala Bidang Penerangan Puspen TNI Kolonel Arm Suhendro Oktosatrio menyampaikan per hari ini (26/10) dari 1.229 prajurit TNI di Lebanon (Satgas TNI Kontingen Garuda UNIFIL 2023), di antaranya 850 personel tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI (INDOBATT), 155 prajurit FHQSU XXVI-01, 39 prajurit di Sector East Military Police (SEMPU) XXV-O, sembilan prajurit Satgas Hospital (RS) Level 2, 18 prajurit di MCOU XXX-M, tujuh prajurit CIMIC XXXI-M, 11 prajurit sebagai military staff (MILSTAFF), dan 21 prajurit sebagai staff officer (SO).
BACA JUGA:
UNIFIL dalam siaran resminya pada 15 Oktober 2023 menyatakan Pasukan Perdamaian PBB masih mencari asal roket tersebut dan tidak ada korban jiwa atau korban luka akibat serangan itu. UNIFIL masih mengamati eskalasi ketegangan dan baku tembak di sepanjang Blue Line, perbatasan antara Lebanon-Israel, serta meminta dua pihak gencatan senjata.
Kapuspen TNI menyebut jarak Markas UNIFIL ke titik panas — lokasi ketegangan — sekitar satu kilometer.
“Yang paling terdekat, tadi malam satu kilometer ledakannya,” kata Kapuspen TNI Julius Widjojono
Dia mengatakan sejauh ini prajurit TNI di Lebanon dalam keadaan aman. “Sampai hari ini masih dalam keadaan aman,” kata Julius.