Istikharah Rupiah
SATU KATA hilang dari riuh rendah capres-cawapres periode sekarang ini: istikharah.
Semuanya akan ditentukan dengan ilmiah. Bukan dengan salat istikharah. Bukan juga karena ada luka atau tidak ada luka. Waktu akan menyembuhkan luka. Kalau sempat.
Ukraina-Rusia kini memang kalah menarik dari perang Palestina-Israel.
Penderitaan rakyat Palestina itu pun kini kalah menarik dengan capres-cawapres di Indonesia. Ukraina sampai teriak-teriak minta perhatian dunia. Mengiba. Memelas. Palestina mestinya juga memerlukan kita. Tapi politik dalam negeri lebih menyita emosi.
Politik punya daya tarik yang begitu menakjubkan. Sampai tidak sadar bahwa kemarin rupiah sudah jatuh sampai Rp 16.200 per dolar.
Istikharah sudah tergusur oleh jajak pendapat. Ekonomi tergusur oleh politik. (*)
Berita Terkait
Moral Pusbatara
Tekstil Danantara