"Kota Gaza adalah tempat fokus dan pusat kegiatan Hamas, tempat sebagian besar komandan berada, sebagian besar infrastruktur dan kemampuan mereka untuk terus beroperasi,” kata Conricus.
Dia menambahkan bahwa pasukan sedang “dalam formasi” mengelilingi Jalur Gaza untuk tahap operasi selanjutnya.
Menurut data yang dihimpun United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), selama periode 7-13 Oktober 2023 perang Israel-Palestina sudah menimbulkan sekitar 3.200 korban jiwa dan 12.000 korban luka dari kedua belah pihak.
Berdasarkan lokasinya, korban Palestina paling banyak berada di Gaza, yakni korban jiwa sekitar 1.900 orang dan korban luka 7.696 orang. Sementara di wilayah Tepi Barat korban jiwanya 49 orang dan korban luka 950 orang.
Di sisi lain, korban jiwa dari pihak Israel mencapai 1.300 orang dan korban luka 3.436 orang. (*)