Pemerintah RI Upayakan Evakuasi WNI yang Terdampak Perang Hamas-Israel

fin.co.id - 10/10/2023, 07:40 WIB

Pemerintah RI Upayakan Evakuasi WNI yang Terdampak Perang Hamas-Israel

Api dan asap membubung di menara apartemen Palestina menyusul serangan udara Israel di Kota Gaza, Sabtu, 7 Oktober 2023. Hamas membalas dengan menembakkan ribuan roket ke Israel (Foto AP/Adel Hana)

"Saya baru dapat WA, Pak Prabowo tidak bisa hadir karena harus memimpin ratas kabinet soal Timur Tengah terkait dengan serangan Israel yang menyasar RS Indonesia," kata Afriansyah.

Israel dan Palestina kembali memanas dengan adanya saling balas serangan yang terjadi pada Sabtu 7 Oktober 2023 kemari. 

Pasukan Palestina Hamas mengamuk di sejumlah kota Israel hingga menewaskan sekitar 700 orang Israel serta menangkap puluhan lainnya untuk dijadikan tawanan perang. 

 Lebih dari 230 warga Palestina di Gaza juga tewas setelah Israel membalas serangan Hamas dengan balasan yang paling menghancurkan. 

Perang ini disebut-sebut yang paling mematikan dalam sejarah ketegangan Israel dan Hamas sejak 50 tahun terkahir. 

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengancam akan melakukan serangan balik yang mematikan ke Palestina. 

 “Kami akan melakukan pembalasan besar-besaran atau hari kelam ini,” kata Benjamin Netanyahu dilansir Reuters, Minggu 8 Oktober 2023.

"Hamas melancarkan perang yang kejam dan jahat. Kita akan memenangkan perang ini, namun akibatnya terlalu berat untuk ditanggung,” katanya. 

“Hamas ingin membunuh kita semua. Ini adalah musuh yang membunuh ibu-ibu dan anak-anak di rumah mereka, di tempat tidur mereka. Musuh yang menculik orang tua, anak-anak, gadis remaja," ungkap Netanyahu. 

Sementara itu, Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan serangan yang dimulai di Gaza akan menyebar ke Tepi Barat dan Yerusalem.

 “Ini adalah pagi kekalahan dan penghinaan terhadap musuh kita, tentaranya dan permukiman,” katanya dalam pidatonya.  

“Apa yang terjadi menunjukkan kehebatan persiapan kami. Apa yang terjadi hari ini menunjukkan kelemahan musuh.”

Mayat warga sipil Israel berserakan di jalan-jalan Sderot di Israel selatan, dekat Gaza, dikelilingi pecahan kaca. Mayat seorang wanita dan seorang pria tergeletak di kursi depan mobil.

 “Saya keluar, saya melihat banyak mayat teroris, warga sipil, mobil ditembak. Lautan mayat, di dalam Sderot sepanjang jalan, tempat-tempat lain, banyak mayat,” kata seorang warga Israel yang ketakutan Shlomi melalui telepon dan siaran langsung TV. 

Di Gaza, asap hitam dan api oranye membubung ke langit dari sebuah menara tinggi yang terkena serangan balasan Israel.  

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca