Catatan Dahlan Iskan . 07/10/2023, 06:04 WIB
Aku bermimpi: Pemerintahan pusat itu harusnya cukup mengatur tiga hal saja: - pertahanan - moneter - urusan luar negeri Begitulah yang berlaku di Amerika Serikat sana, yang katanya mbahnya demokrasi. Juga ini berlaku di negeri jiran, Malaysia. Makanya mereka rada lebih makmur daripada di "Gabon." Biarkan daerah mengelola sumberdayanya. Jangan "dihisap" terus kekayaan daerah lalu dibawa ke pusat. Di "Gabon" urusan negara bagian diatur dari pusat. Kalau negara bagian tak patuh keuangan dari pusat bisa distop. Ibaratnya: mertua, kok, mengatur rumah tangga mantu. Kacau. Panas matahari pagi membangunkan aku yang tertidur di bangku tempat biasa kami ngariung sehabis menguras keringat.
Ada yang menarik, Bang @Imau compo. Di beberapa lokasi, di mana ada Mixue, di situ ada Momoyo. Produk sama, harga sama. Seperti Alfamart dan Indomaret.
Waktu kampanye 2020 dulu Joe Biden sudah bekoar bahwa kalau memenangi pilpres ia tak akan meneruskan pembangunan dinding perbatasan meski hanya satu kaki -- 30,48 cm atau 12 inci. Eh, tiba-tiba Rabu kemarin Menteri Keamanan Dalam Megeri, Alejandro Mayorkas, mebuat siaran pers bahwa pemerintah akan membangun dinding perbatasan di lembah Sungai Rio Grande, Starr County, Texas, sepanjang 20 mil (32km). Langkah Biden itu dianggap sebagai tamparan di wajah -- a slap in the face -- menurut orang sono. Kalau menurut Pak Agus mungkin "ndilat idune dhewe" -- menjilat ludah sendiri. Eh, tapi Biden punya alasannya, kok. Pada 2019, zaman Trump berkuasa, Kongres sudah menyetujui anggaran US$1,38 miliar untuk pembangunan border wall AS-Mexico itu. Dari jumlah itu masih tersisa US$190 juta. Sisa anggaran itulah yang akan digunakan untuk membangun border wall 20 mil itu. Uang itu diperuntukkan membangun border wall. Konon Biden sudah mencoba bicara dengan Kongres untuk mengalihkan peruntukannya. Tetapi Kongres tak setuju. "Thy didn't, they wouldn't," kata Biden tentang reaksi Kongres. Apa boleh buat. Berhubung berbagai polling menunjukkan ia tertinggal dari Trump, berhubung pula gelombang pelintas batas tak terkendali, maka ditempuhlah jalan yang semoga bisa menarik simpati rakyat AS: meneruskan pembangunan border wall. Wong dananya ada, kok. Soal dibilang "ngeleg idune dhewe" itu sih urusan Pak Agus dan Cak Mul Rungkut.
Emboen pagi sudah mulai hilang, muncul kabut asap..
Berapa minimal uang yang diperlukan untuk membuat orang bahagia ? Setelah lahir jumlahnya pasti sama. Semakin bertambah umur dan status sosial, semakin berbeda jumlahnya.
Filsafat yang paling tidak bisa dibantah adalah jika filsufnya para istri. Bunyinya begini : uangmu uangku, uangku uangku sendiri. Wani? **tidak berlaku general.
Gaya main pengusaha semodel Trump, ibaratnya seorang pria gombal. Para pelanggannya dan pihak bank itu, si cewek ngebet. Entah si gombal yg jago, entah si ngebet yg kepelet, semuanya dipercaya saja. Apapun yg dikatakan Trump..eh sang jago gombal, di turutin saja oleh si cewek ngebet. Tapi memanglah ini bukan gombalan kelas biasa. Mungkin seorang don juan Giacomo Casanova bisa kalah maut rayuannya...
Bukan salah wartawan manapun, dan tidak ditulis oleh media manapun. Saya yang mencoba sok tahu menulis seperti di atas, tanpa melakukan pengecekan istilah asing. Ampuuun. :) :) :)
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id