Catatan Dahlan Iskan . 30/09/2023, 06:11 WIB

Nilai Rocky

Penulis : Admin
Editor : Admin

Saya salut pada Peter F. Gontha yang berinisiatif menerbitkan buku Luhut Binsar Pandjaitan Menurut Kita-kota' ini. Terutama karena tokoh oposisi seperti Rizal dan Rocky Gerung diikutkan di dalamnya. (*)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan

Edisi 29 September 2023: Ide Aksi

imau compo

Saya gak bisa menaikkan endurance saya atau fitness saya. Saya belum bisa tambah porsinya. Misalnya, pagi kemarin, saya jogging, 2 km seperti biasa, setelahnya, sesuai saran teman saya dan rusuhan MZA di CHD sebelum ini saya lanjut senam pernapasan, bahkan setengah meditasi. Hasilnya? Malamnya, sebelum isya, setelah makan malam, perut saya mulai tidak enak, mules. Saya ke kamar mandi dan memutuskan tidak isya ke mesjid. Istirahat. Saya pikir, pagi ini sdh pulih. Ternyata belum, habis wudu saya putuskan tidak ke mesjid, salat subuh di rumah tidak didahului rawatib sebelum doa selesai, perut saya sdh minta ke kamar mandi. Apa yg harus dilakukan? 

Er Gham

Tentara. Mantan pasukan komando. Apa sih beda tentara biasa dengan tentara komando. Mereka dilatih untuk bisa perang sendirian. Jadi walau sendirian, mereka harus bisa bertempur sendiri. Dengan segala cara. Direkrut secara khusus, dilatih sscara khusus, dipersenjatai dengan khusus, dan tugasnya pun khusus. Kalau sudah mendarah daging, mereka pede bisa melakukan tugas apa pun. Harus tuntas. Harus selesai, walau kadang tidak berhasil. Semua perintah atau instruksi dijawab saja dengan "Siap". Soal cara nomor 2, atau bahkan dilakukan dengan segala cara. Contoh soal kereta cepat. Berhasil selesai, walau meninggalkan berbagai pertanyaan. Atau proyek lain.

Agus Suryono

MENKO MARVES.. Kalau dengar kata Marves rasanya seperti bahasa Spanyol. Enak didengarkan. Dan kalau itu perempuan, mestinya cantik. Cantiknya gadis Spayol. Padahal, marves adalah singkatan dari: "Kemaritiman dan Investasi..". Itu adalah dua bidang yang harus diurus pak Menteri Luhut. Dua bidang yang seperti "tidak nyambung", tapi kalau mau disambungkan juga bisa. Kalau "hutan di darat sudah dibabat habis", jangan lupakan potensi yang di laut. Banyak yang belum digarap. Dan potensi laut, juga yahut. Nah, dari sisi lain, pak LBP ini juga jago merayu. Merayu investor. Kemampuan negonya teruji.. Kemampuan yang mumpuni karena dukungan kecerdasannya.. Menko Marves Plus.. ### Plus: Segala Urusan..

Mirza Mirwan

Semasih bayi, Luhut yang gemuk dan berkulit putih pernah diusap-usap kepalanya oleh Presiden Soekarno. "Anak ini kelak akan menjadi orang besar," kata Bung Karno waktu. Adalah Nurmala Kartini, adik Luhut, yang mengisahkan itu dalam buku biografi Luhut yang ditulis Noorca Marendra Massardi, yang terbit tahun lalu untuk menandai ulang tahun Luhut ke-75. Judulnya: "Luhut: Biografi Luhut Binsar Panjaitan." Biografi yang ditulis Noorca Marendra Massardi itu tebalnya hanya 316 halaman, tetapi harganya (tahun lalu) di atas Rp300 rb. Sedang bulu "Luhut Binsar Panjaitan Menurut Kita-Kita" tebalnya 442 halaman, tetapi hanya dibanderol Rp249 rb. Buku yang ditulis Noorca diterbitkan Penerbit Buku Kompas, yang ditulis Mahfudi diterbitkan Gramedia. Masih keluarga. Mungkin karena nama Noorca Marendra lebih sohor ketimbang Mahfudi. Noorca adalah koresponden Tempo di Paris yang berhasil mewawancarai Ayatullah Rohullah Khomeini di pengasingannya zaman Revolusi Iran dulu. Mongomong, kalau dari satu buku Peter F. Gontha dapat US$4, dan estimasinya dapat US$120rb, berarti buku yang ditulis Mahfudi itu dicetak sebanyak 30rb. Wuih, tremendous. Yang juga tremendous, US$4 (Rp60rb) itu sekitar 24% dari harga buku. Padahal biasanya penerbit hanya memberikan honor antara 10%-15% atau paling tinggi 20% dari harga buku. Itu pun paling banyak baru dibayar 35%-50% setelah bukunya dicetak. Makanya saya lebih suka menjual hak cipta kepada penulis lain. Yang penting dibayar kontan.

doni wj

Di acara yg isinya orang2 yg dikenal semua orang, "bapaknya teman baik saya" itu punya banyak spektrum. Humanis, karena yg dipilih adalah hubungan antar manusianya. Bukan status sosial, jabatan, atau predikat yg melekatinya. Segar, karena jadi terdengar anti mainstream. Juga kocak. Sekaligus menunjukkan kecenderungan bagimana si penutur memandang relasi intra personal. Kata2 ikutannya mungkin seperti, "teman baik main bola..". Kalo di pertemuan kondangan kampung, dimensi "main bola" itu berarti teman main sepakbola yg lapangannya di jalan RT, gawangnya pake sandal jepit. Paling banter patungan sewa lapangan futsal. Sedangkan "teman baik main bola.." di CHD ini levelnya, yg satu Presiden Persebaya, yg lain pemilik Persis.. Wkwkwkwk..

Agus Suryono

@pak GR Karena dibiasakan di Pusdikhub, sy masih tetap olahraga pagi.. Lari dan senam.. Di Pusdikhub itu.. Mau sarapan: lari. Masuk kelas: lari. Mau snack pagi: lari. Habis snack: lari. Mau maksi: lari. Habis maksi: lari. Mau snack siang: lari. Habis snack siang: lari. Selesai kelas: lari. Mau apel malam: lari. Habis apel malam: lari. Masing2 larinya 2x keliling ksatrian. ### Kebawa sampai sekarang..

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id