Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Arab dan Indonesia

fin.co.id - 25/09/2023, 18:47 WIB

Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Arab dan Indonesia

Tablig Akbar Peringati Tahun Baru Islam di Masjid Raya Al-Azom Kota Tangerang.

Hal ini dilakukan agar teladan, ajaran dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW dapat terus menginspirasi umat Islam.

Sebagian besar ulama meyakini, Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah (570 M). Maka setiap tanggal tersebut diperingati dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejarah Maulid Nabi Muhammad SAW di Indonesia

Maulid Nabi SAW juga diperingati oleh sebagian kaum muslim di dunia, termasuk Indonesia.

Peringatan Maulid Nabi SAW dilakukan dengan berbagai cara dan ekspresi. 

Di masyarakat Jawa, Maulid Nabi Muhammad dirayakan dengan membaca manakib Nabi SAW di dalam sejumlah kitab seperti Barzanji, Simthud Durar, Diba’, Syaroful Anam, Burdah, dan lainnya.

Selesai itu, biasanya masyarakat menyantap makanan bersama-sama yang disediakan secara gotong royong oleh warga.

Masyarakat muslim tidak hanya bergembira merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW tapi juga bersyukur atas teladan, jalan hidup dan tuntunan yang dibawa oleh beliau.

Di sejumlah tempat, seperti di keraton-keraton di Jawa, peringatan Maulid Nabi biasa disebut dengan Grebeg Mulud.

Di Sulawesi Selatan, Maulid Nabi SAW dirayakan dengan istilah Maudu Lompoa atau Maulid Akbar. Perayaan ini diselenggarakan bahkan lebih ramai daripada Hari Raya Idulfitri.

Dalam perayaan tersebut, warga mengarak replika perahu Pinisi yang dihias dengan beraneka ragam kain sarung dan dipamerkan di tepi sungai.

Sejumlah daerah telah terbiasa merayakan Maulid Nabi di sana. Seperti Desa Cikoang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Setelah dipamerkan, replika perahu diarak warga keliling desa. Sepanjang acara tersebut tetabuhan gendang atau seni musik Gandra Bulo khas masyarakat lokal terus diperdengarkan.

Maudu Lompoa melambangkan sejarah masuknya Islam di wilayah selatan pulau Sulawesi yang dibawa oleh para pedagang Arab.

Admin
Admin
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID