Anies dan NasDem Dianggap Pengkhianat Koalisi

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya--Istimewa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya mengatakan, Anies Baswedan mulanya telah memilih AHY sebagai cawapres. Pilihan itu telah disepakati oleh para pimpinan Partai Koalisi Perubahan dan Persatuan yakni PKS, NasDem dan Demokrat.
"Nama Ketum AHY ini telah disampaikan kepada para Ketua Umum Parpol dan majelis tertinggi masing-masing partai: dalam hal ini langsung kepada Surya Paloh, Salim Segaf Al Jufri dan Ahmad Syaikhu, serta kepada Agus Harimurti Yudhoyono dan Susilo Bambang Yudhoyono, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat," kata Teuku Riefky Harsya.
Menurutnya, Capres Anies dan ketiga pimpinan Parpol koalisi perubahan menerima putusan tersebut dan tidak ada penolakan.
Namun pengumuman nama Cawapres urung dilakukan. NasDem beralasan tak mau terburu-buru.
Hingga secara mengejutkan Anies Baswedan bermanuver untuk menjadikan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai Cawapresnya.
"Rentetan peristiwa yang terjadi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat perubahan: pengkhianatan terhadap Piagam Koalisi yang telah disepakati oleh ketiga Parpol: juga pengkhianatan terhadap apa yang telah disampaikan sendiri oleh Capres Anies Baswedan, yang telah diberikan mandat untuk memimpin Koalisi Perubahan," papar Teuku Riefky Harsya.
BACA JUGA:
- Kronologi Anies Baswedan Khianati AHY Demokrat dan Pilih Cak Imin jadi Cawapres
- Ini Penampakan Surat Ajakan Anies Baswedan ke AHY sebagai Cawapres, Kini Dianggap Pembohong dan Pengkhianat
Surat Capres @aniesbaswedan, selama ini kita mengkritik pemimpin yang membohongi rakyat. Akan ada yang lebih dahsyat bohongnya? pic.twitter.com/ICuSHHtZNj
— andi arief (@Andiarief__) September 1, 2023