News . 30/08/2023, 11:20 WIB
"Jadi cerita mereka (yang memebrikan informasi), mengatakan bahwa si korban ini awalnya diumpan atau diiming-iming suruh kirim foto bugil nanti kita bayar. Nah sayangnya si korban ini termakan dari iming-iming si pelaku ini, dan ternyata benar ditransfer (uang).
Nah, karena sudah benar ditransfer sebagai upah dari foto bugilnya, maka korban percaya dan yakinm kepada pelaku. Korban akhirnya mengirim foto bugil sebanyak dua kali dan kembali menerima bayaran. Hingga ketiga kalina, korban akhirnya diperas.
BACA JUGA:
"Yang ketiga kali ini si pelaku diminta untuk dikirimi video, jadi bukan foto saja, dengan iming-iming bayarannya diberikan dua kali lipat. Nah, karena sudah terbangun kepercayaan, si korban ini akhirnya benar-benar mengirimkan videonya," kata Alex.
Video yang dikirim korban ke pelaku itu kemudian dijadikan sebagai bahan untuk memeras korban.
Pelaku meminta trnasfer balik uang yang telah dikirim dengan jumlah dua kali lipat, jika tidak maka videonya akan disebar.
Si pelaku ini justru mengancam si korban, si pelaku ini balik mengatakan, kalau kamu tidak kirimi uang dua kali lipat dari jumlah yang pernah dia transfer, dia kana menyebarkan videonya, nah ini yang saya bilang sangat mengerikan," kata Alex.
Alex menduga, korban terpengaruh dengan iming-iming pelaku karena gaya hidup hedon di Kota NTT.
"Karena hal ini sangat berkaitan erat dengan kebutuhan dari si korban. Kita tahu lah ada banyak sekali gaya hidup mewah atau hedon, sehingga akhirnya kemungkinann besar si korban ini termakan akhirnya kejadian lah. Sampai berdampak si korban harus mengundurkan diri dari bacaleg," tuturnya. (*)
https://www.tiktok.com/@alexpandang25/video/7271096386609810693
Network;
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media
Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210
Telephone: 021-2212-6982
E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id