- Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Jadi Wadah Investasi Generasi Muda
- Raih Lencana Karya Bakti, Atalia: Hasil Kerja Bersama Seluruh Anggota Pramuka di Jabar
Pada 23 Mei 1928 muncul PAPI (Persaudaraan Antar Pandu Indonesia) yang anggotanya terdiri dari INPO, SIAP, NATIPIJ, PPS.
Setelah Kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada 28 Desember 1945, lahirlah kepanduan yang bersifat nasional yaitu Pandu Rakyat Indonesia.
Pada 1960 pemerintah dan MPRS berupaya untuk membenahi organisasi kepramukaan di Indonesia.
Lalu, pada 9 Maret 1961 Preseiden Soekarno mengumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepanduan Indonesia untuk melebur organisasi kepanduan menjadi satu nama Pramuka.
Dalam kesempatan ini juga Presiden membentuk panitia pembentukan gerakan Pramuka yang tediri dari Sultan Hamengkubuwono IX, Prof Prijono, Dr. A. Aziz Saleh serta Achmadi.
Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Hari Tunas Gerakan Pramuka. Pada 30 Juli 1961 bertempat di Istora Senayan, seluruh tokoh–tokoh kepanduan indonesia menyatakan menggabungkan diri dengan orgnaisasi gerakan Pramuka.
BACA JUGA:
- Jabar Kirim 558 Pramuka Terbaik ke Jambore Nasional
- Jokowi : Pramuka Bersedia Berkorban Untuk Saudara, Keluarga dan Tetangga
Hari bersejarah ini disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka
Pada 14 Agustus 1961 dilakukan MAPINAS (Majelis Pimpinan Nasional) yang diketuai oleh Preiden Soekarno, wakil ketua I Sultan Hamengkubuwono IX dan wakil ketua II Brigjen TNI Dr. A. Azis Saleh.
Pada momen tersebut lahirlah Pramuka dengan ditandai penyerahan panji-panji pramuka oleh Presiden Soekarno kepada tokoh-tokoh Pramuka.
Peristiwa ini dikenal sebagai hari lahir Pramuka yang sampai saat ini masih diperingati setiap tanggal 14 Agutus. Pembentukan Gerakan Pramuka berlandaskan pada Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka.