Melihat gerakan pecah belah si ayah ini mengingatkan saya dengan strateginya di 2019 lalu yang terkenal yaitu "Loot the burning house" atau rampok rumah tetanggamu yang kebakaran..
— Denny Siregar (@Dennysiregar7) August 8, 2023
☕️
Datang ke bapaknya, lamar anaknya. Ditolak. Datang lagi, lamar lagi, ditolak lagi. Sampe 4 kali melamar, ditolak terus.
— Denny Siregar (@Dennysiregar7) August 6, 2023
Akhirnya ngerayu ibunya, supaya anaknya mau. Ditolak juga.
Oh ayah.. Nafsu berkuasamu terlalu besar sampe mau merusak tatanan..Si ayah ini enak banget.
— Denny Siregar (@Dennysiregar7) August 5, 2023
Gibran jadi Cawapres. Ayah dapat suara dan potensi besar dapat kuasa. Keluarga Jokowi rusak nama baiknya karena kena cap "Politik Dinasti".
Daya rusak si ayah ini ga maen2 utk hancurkan lawan politiknya. Gua tau strategi lu lho, yah. Gua tahu.
???? pic.twitter.com/eBWuTT9TzKBarisan pendukung Jokowi memang berhasil dipecah belah sama si ayah..
— Denny Siregar (@Dennysiregar7) August 7, 2023
Meski begitu, hanya satu yang saya senangi dari semua keributan ini. Ga ada satupun sekarang yang ngomongin Anies Baswedan.
Dia seperti hilang tertelan kampret di tengah malam..Mereka terus gerak supaya si anak bisa jadi Cawapres, karena cuma itu satu2nya jalan untuk menang. Apakah mereka perduli kalau nama baik si bapak akan rusak jika menerima ?
— Denny Siregar (@Dennysiregar7) August 6, 2023
Ngga. Yang penting menang. Urusan nama baik, bukan urusan mereka jika sudah pegang kekuasaan.. pic.twitter.com/1EweYBqetkKisah loyalis palsu, pengkhianat dukung pengkhianat.
— Chusnul ch????timah (@ch_chotimah2) August 8, 2023
Dulu menyerang skrng menjilat.
Yg didukung sama persis seperti yg didukung.
Mereka memang cocok bersatu, sama2 murahan.????????#08PemecahBelah pic.twitter.com/y20v173aBl