News . 23/07/2023, 06:00 WIB

Ruwet Indah

Penulis : Admin
Editor : Admin

diserbulah penjual es Cao segar/ .

............... i

ni pantun wong.chi.liek bersyukur lagi menikmati Es Cao segar + ote² + tahu isi + tempe menjes + cecek pedes + jemblem luegi... anu..juga rokok.

Komentator Spesialis

BTS ini kan sebenarnya ranah swasta. Apapun alasannya mau wilayah terluar, tertinggal atau terdepan. Harusnya proyek ginian negara nggak usah ikut. Cukup mendorong, memberikan fasilitas dan insentif berupa keringanan pajak dll. Koruptor itu memang paling ahli bikin proyek dengan dibungkus alasan misalnya : 1) Lingkungan. 2) Teknologi baru 3) Tertinggal, Terluar, Termiskin dll. 4) Wabah penyakit 5) Bencana

Warung Faiz

Hari ini Xi Jinping baca chdi... Lagi2 bahas masalah korupsi di Indonesia... Tanpa sadar beliau istighfar.. Bayangkan, gara2 berita korupsi Indonesia, beliau jd murtad.. Dari atheis jd theis.. Masya Allah.. 

mzarifin umarzain

Untuk para koruptor, penindas, penjajah, yg curang, yg tak adil, Mari kita berdo'a: Alloohummaa innaa naj'alu KA fii nuchuuri him, Wa na'uudzu bi KA Min syuruuto him. Ya Allooh, Kami jadikan KAMU di hadapan mereka, Dan kami berlindung kpd Mu Dari kejahatan mereka. Semoga diqabulkan do'a kita.

Juve Zhang

Kalau dengar podcast pak Akbar F dengan 2 narasumber kesimpulan nya uang BTS masuk ke semua partai . Narasumber pak Sitorus bagus sekali memetakan para Markus dan perusahaan yg terlibat ternyata banyak juga bukan PT M saja. Bu Irma menyuarakan juga bagus beliau mengejek para ketum partai yg partainya ikut "makan" besi rongsokan alias manusia kelas rongsokan. Berani sekali ke dua narasumber pak Akbar. Malah pak Akbar juga menyenggol "permainan" Century .sama sama level liga sepakbola Eropa. Tinggal menunggu narasumber yg bisa "melihat" level Real Eropa 12 Ton besi rongsok . Angkat topi buat AFU dan kedua Narasumber yg gagah berani membongkar korupsi akbar ini. Koreksi dikit buat pak AF teknologi 5 G tidak perlu BTS yg sangat Mahal .5 G cukup alatnya segede koper kecil dan di tempelkan di lampu penerangan jalan. Cuma 5G belum masuk ke Indonesia dihambat para taipan penguasa tower. 

Mirza Mirwan

Kalau melihat riwayat menteri yang tersangkut kasus suap kok selalu dari parpol, idealnya presiden terpilih mengangkat menteri dari profesional (non parpol) semua saja. Tetapi itu jelas tak mungkin. Benar bahwa mengangkat atau memberhentikan menteri itu hak prerogatif presiden. Tetapi presiden juga harus menenggang-rasa parpol yang berada di gerbong koalisi pengusungnya. Di negara manapun juga begitu. Celakanya, waini, politisi bukanlah negarawan. Apalagi politisi di negara Pancasila yang perlu modal besar untuk bisa eksis. Dan modal itu dari kantung sendiri, bukan seperti di AS yang berasal dari donasi pemilihnya. Maka dalam jabatan ysng didudukinya ia perlu mencari cara untuk mengembalikan modal beserta bunganya. Belum lagi setoran bulanan untuk kas partainya. Kita boleh misuh-misuh terhadap perilaku korup para politisi kita. Tetapi kita juga harus ingat bahwa masyarakat kita punya andil dalam membentuk perilaku koruptif para politisi itu. Mereka, masyarakat kita, menentukan pilihan kepada caleg yang memberi amplop. Tak peduli caleg macam apa dia. Kalau menerima beberapa amplop, mereka menjatuhkan pilihan kepada yang nilainya lebih besar. Begitu caleg yang mereka pilih lolos ke Senayan dan diangkat jadi menteri, mereka misuh-misuh. Ironi yang menggelikan sekaligus menjengkelkan, memang. Ya, politisi memang bukan negarawan. Politisi berfikir tentang pemilihan yang akan datang, sementara negarawan berfikir tentang generasi yang akan datang. 

Echa Yeni

Pet isi "Kenapa dari 575 anggota wakil saya(rakyat jelata),tentang BTS tidak ada yg bersuara". Koen iku mwakilli shobpoo...

           

Network;
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

E-Mail: fajarindonesianetwork@gmail.com

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id