Erick Thohir Sibuk Urus Rumput Lapangan JIS, Faizal Assegaf: Mirip Cerita Kerbau Kelaparan di Kebun Binatang

fin.co.id - 06/07/2023, 11:58 WIB

Erick Thohir Sibuk Urus Rumput Lapangan JIS, Faizal Assegaf: Mirip Cerita Kerbau Kelaparan di Kebun Binatang

Kritikus Faizal Assegaf. (Istimewa)

Berlanjut di masa Orde Baru, Soeharto meninggalkan jejak otoriter ala militerisme yang sangat bengis. Baik Soekarno maupun Soeharto, serupa dalam watak kekuasaan tipu muslihat.

"Bedanya, Soekarno gombalin rakyat dengan aneka pidato omong kosong. Sementara Soeharto membungkus kejahatan dengan senyum manisnya. Kedua aktor meninggalkan luka bagi rakyat." kata Faizal. 

Belum selesai di situ, Faizal melanjutkan, gonta-ganti rezim di era reformasi watak kekuasaan diperhalus dengan topeng demokrasi.

Hasilnya Megawati mewarisi rakyat dengan skandal BLBI ratusan triliun dan kasus jualan aset negara.

Kemudian, kata Faizal, dua periode SBY, setiap hari rakyat disuguhi rupa macam pencitraan.

Kepemimpinan SBY dituding peragu, namun jauh lebih beradab dan demokratis. "Setidaknya SBY berhasil melunasi utang IMF." ujar Faizal. 

Parahnya, sambung Faizal, rakyat hampir 10 tahun terperangkap di gorong-gorong kekuasaan rezim Jokowi. 

Di gelanggang kekuasaan ini, segala rupa pertunjukan kejahatan muncul merusak negara.

"Terlalu banyak untuk disebutkan. Mulai dari kegilaan mewariskan beban utang luar negeri, wabah korupsi di BUMN, sok paling Pancasilais, hingga cerita banyolan tentang dugaan ijazah palsu" tuturnya. 

Rezim Jokowi seolah hadir merampung berbagai tingkah bobroknya perilaku kekuasaan dari Orla, Orba hingga reformasi. Semuanya tersedia sebagai hikayat politik bagi generasi berikutnya.

"Celakanya di ujung jabatan Jokowi, para pembantunya super sibuk berburu kekuasaan. Hampir separuh menterinya beradu intrik demi berebut tiket Capres dan Cawapres jelang 2024" katanya. 

Mereka tidak tampil dengan gagasan besar untuk mendulang simpati rakyat. Tapi sangat norak, saling memanfaatkan jabatan dan upah rakyat untuk berpolitik secara memalukan.

"Akibatnya, para hulubalang kabinet itu rajin menjilat lezatnya kue pembangunan, sembari memohon restu dari Jokowi. Seolah rakyat dianggap bodoh dan patuh pada figur yang didukung usung Istana" pungkas Faizal Assegaf. (*) 

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca