BACA JUGA: 6M Dalam Wirausaha Yang Wajib Diketahui Pebisnis, Apa Saja?
b. Skalabilitas
Dengan tidak perlu mengelola stok dan pengiriman produk, dropshipper dapat dengan mudah memperluas bisnis mereka. Anda dapat menambahkan produk baru ke dalam katalog Anda tanpa keterbatasan fisik.
c. Hemat Waktu dan Tenaga
Dengan membebaskan diri dari tugas pengelolaan stok dan pengiriman, dropshipper dapat fokus pada strategi pemasaran, membangun hubungan pelanggan, dan meningkatkan penjualan.
Kesimpulannya, baik menjadi reseller maupun dropshipper memiliki keuntungan masing-masing. Sebagai reseller, Anda memiliki kontrol penuh atas stok dan branding bisnis Anda.
Anda juga dapat menentukan keuntungan Anda sendiri. Di sisi lain, sebagai dropshipper, Anda dapat fokus pada pemasaran dan penjualan tanpa kerepotan mengelola stok produk.
Anda juga memiliki fleksibilitas untuk memperluas bisnis Anda dengan mudah. Pilihan antara menjadi reseller atau dropshipper tergantung pada preferensi dan tujuan bisnis Anda.