News

TPPO Libatkan Politeknik, Ketua DPRD Sumbar: Mencoreng Dunia Pendidikan

"Kita meminta Mabes Polri agar mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua DPRD Provinsi Sumbar Supardi

TPPO Libatkan Politeknik, Ketua DPRD Sumbar: Mencoreng Dunia Pendidikan
Ilustrasi perdagangan orang

BACA JUGA:Setahun 1.900 PMI Pulang Jadi Mayat, Instruksi Jokowi ke Mahfud: Restrukturisasi Satgas TPPO

Berdasarkan keterangan kedua pelapor, mereka bersama sembilan mahasiswa lainnya dikirim oleh salah satu politeknik di Sumatera Barat untuk mengikuti program magang.

"Namun, korban dipekerjakan sebagai buruh," ungkapnya.

Selama satu tahun mengikuti program magang ke Jepang, para korban dipekerjakan layaknya buruh dengan ketentuan bekerja selama 14 jam, mulai pukul 08.00 hingga 22.00. 

Pekerjaan tersebut dilakukan setiap hari selama tujuh hari tanpa libur, dan hanya diberikan waktu istirahat selama 10 hingga 15 menit untuk makan.

Berita Terkait