Beberapa ahli gizi dan dietetika juga memberikan pandangan mereka mengenai konsumsi daging kambing.
Mereka berpendapat bahwa dalam rangka menjaga kesehatan, penting untuk memperhatikan aspek lain dari pola makan secara keseluruhan seperti jumlah lemak jenuh dan trans yang dikonsumsi, pola makan yang kaya serat, serta olahraga teratur.
Mereka menekankan pentingnya menerapkan pola makan seimbang dan variasi yang melibatkan berbagai sumber protein, termasuk daging kambing dalam proporsi yang sesuai.
Berdasarkan hasil riset dan pandangan para ahli, anggapan bahwa makan daging kambing memicu kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi tidak sepenuhnya benar.
Konsumsi daging kambing tidak secara signifikan meningkatkan kadar kolesterol darah atau risiko tekanan darah tinggi pada individu yang sehat.
Namun, tetap penting untuk memperhatikan pola makan secara keseluruhan, termasuk jumlah lemak jenuh dan trans yang dikonsumsi, serta menjaga pola makan yang seimbang dan variasi.
Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan respons tubuh yang berbeda terhadap makanan.
Jika Anda memiliki masalah kesehatan terkait kolesterol atau tekanan darah, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan nasihat yang sesuai dengan kondisi Anda. (*)