"Nggih," jawab Joko.
"Konter KJP pangan murah dibuka lagi di Pasar Anyar Bahari," ujar Ganjar.
Joko meminta koordinator pasar untuk bertemu langsung dengan dirinya. Warga pun tampak senang mendengar jawaban Joko yang ditelepon Ganjar tersebut.
"Siap, nanti suruh ketemu saya di mana gitu," kata Joko.
"Nanti saya kasih nomor beliau, nanti biar staf Bapak yang telepon ya biar ketemu," jawab Ganjar.
Momen itu diunggah oleh Ganjar di media sosial. Namun dirinya justru dibully warga net. Dia di anggap seolah berlagak seperti seorang Presiden. Neetizen juga mempertanyakan kinerja Ganjar di Jawa Tengah hingga hasrus mengurus DKI Jakarta.
"Urus jateng saja den. Kejauhan urus DKI sdg anda gub jateng." tulis akun @Umar_Hasibuan__
"Jika Ganjar bisa ke Jakarta lalu telepon Heru utk menyuarakan keluhan pedagang pasar Jakarta. Setelah ini baiknya Heru gantian ke Jateng, lalu telepon Ganjar untuk menyuarakan keluhan rakyat Wadas dan Kendeng," tulis akun @hipohan.
"Melanggar konstitusi wajib dilengserkan. Jangan sampai kita dipimpin boneka jilid II. Etika2 sangat dasar saja gak ngert," tuis akun @MichelAdam9191
"Ini apa apaan...? gubernur Jawa tengah blusukan di DKI dan telp PJ gubernur DKI ? Siapa dia ? Presiden ? Urus saja daerah sendiri jawa tengah dengan segudang masalahnya yang butuh tindakan real anda sebagai gubernur. Aneh dan lucu," tulis akun @RomitsuT
Ganjar Bingung Dibully Netizen:
Ganjar mengaku heran dibully netizen usai blusukan tersebut. Dia mengatakan, padahal dirinya hanya ingin sampaikan keluhan warga DKI Jakarta.
"Padahal saya ingin menyampaikan saja dan itu saya lakukan di mana pun termasuk ketika kemarin ketika para pedagang bakso datang ke Semarang dan kemudian ada problem PPIRT (Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) di Bekasi dan saya telepon Wali Kota Bekasi," kata Ganjar kepada wartawan.
Ganjar mengatakan, saling telepon antarkepala daerah merupakan hal yang wajar dilakukan. "Saya juga sering diteleponi para kepala daerah. Itu sesuatu yang biasa," kata Ganjar.
Gubernur Jawa Tengah itu menjelaskan, maksud dirinya langsung menelpon pimpinan DKI Jakarta itu untuk mengedukasi masyarakat.