Dia juga mengingatkan tentang pentingnya menyadari rekayasa sosial (social engineering), di mana penyerang mencoba mengumpulkan informasi sensitif dari korban melalui percakapan yang tampak biasa-biasa saja.
Terakhir, Aribowo menyarankan agar masyarakat menggunakan autentifikasi dua langkah guna meminimalisasi pembobolan data.
"Percayalah, seribet-ribetnya kita mencegah itu lebih enak daripada mengobati. Artinya kalau sudah terlanjur kebobolan kita akan jauh lebih repot. Tidak apa repot di awal tetapi keamanan digital kita aman," pungkas dia. (*)