Berikut Pengertian Haji Mabrur dan Cara Meraihnya

fin.co.id - 06/06/2023, 10:08 WIB

Berikut Pengertian Haji Mabrur dan Cara Meraihnya

Mekkah, Image oleh ahmad odien dari Pixabay

1. Luruskan niat haji

Salah satu syarat untuk meraih haji mabrur adalah dengan meluruskan niat selama melaksanakan ibadah haji. Niat menjadi hal yang paling penting dalam setiap ibadah, baik shalat, puasa, umrah, hingga ibadah haji. Niat juga menjadi pembeda antara satu ibadah dengan ibadah lainnya.

Niat disini mengerjakan ibadah haji diniatkan semata karena Allah ta'ala, bukan untuk pamer dan ria apalagi di  era media sosial saat ini.

Oleh karena itu, penting bagi jemaah haji untuk mengetahui niat haji sebagai rukun pertama dalam ibadah haji. Sebab, niat yang lurus akan menjaga kemurnian dari tujuan ibadah haji.

BACA JUGA:

Dalam beribadah haji, niat sering diistilahkan dengan ihram. Hal ini dijelaskan pula oleh Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab Ihram, yaitu “Ihram adalah niat dalam hati, yaitu melaksanakan ibadah haji atau umrah.”  Menurut Imam An-Nawawi, niat haji tak hanya dilafalkan dan diiringi dengan lafal talbiyah tapi juga perlu dimantapkan di dalam hati. 

2. Pahami syarat wajib dan rukun haji

Untuk meraih haji mabrur, umat muslim juga perlu memahami rukun haji sesuai dengan aturan yang diperintahkan oleh Allah SWT dan tuntunan Rasulullah. Rukun haji disebut juga sebagai syarat wajib yang harus dilakukan oleh setiap jemaah haji. 

Apabila seorang muslim tidak melakukan rukun haji, maka ibadahnya dianggap tidak sah. Maka dari itu, biasanya para jemaah haji harus mendapatkan bekal mengenai rukun dan wajib haji sebelum pergi ke Tanah Suci. 

3. Khusyuk selama melaksanakan haji

Selama menunaikan ibadah haji, setiap umat muslim harus khusyuk agar ibadah yang dilakukan bisa mendapatkan keridhoan dari Allah SWT. Untuk mendapatkan khusyuk, umat muslim perlu mengetahui pemahaman tentang ibadah haji dan kesadaran tentang keagungan Allah SWT. 

4. Jauhi maksiat.

Selama ibadah haji, umat islam harus jauh kemaksiatan. Baik itu maksiat berupa lisan dan fisik. Mengenai ini telah disebutkan dalam Alquran surah Albaqarah ayat 197 yang berbunyi: 

"Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya."

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca