Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh pusat operasi darurat Odisha pada Sabtu menggambarkan kecelakaan itu sebagai kecelakaan tiga arah, yang melibatkan Bengaluru-Howrah Superfast Express, Coromandel Express, dan kereta barang di tiga jalur terpisah di stasiun pasar Bahanaga.
BACA JUGA:
"17 gerbong dari dua kereta ini telah tergelincir dan rusak parah," demikian laporan tersebut, yang mencatat sekitar 1.000 orang terluka.
Otoritas perkeretaapian juga mengatakan bahwa operasi penyelamatan telah selesai di lokasi kecelakaan dan pekerjaan restorasi telah dimulai.
Pihak berwenang di Odisha mengumumkan bahwa 200 ambulan dan 45 tim kesehatan keliling, serta tim dokter tambahan dikerahkan.
Dattatraya Bhausaheb Shinde, seorang pejabat tinggi dari distrik Balasore, mengatakan hampir 1.100 orang terluka dalam kecelakaan itu dan dipindahkan ke berbagai rumah sakit.
BACA JUGA:
Menteri Perkeretaapian Ashwini Vaishnaw, yang tiba di lokasi pada Sabtu, mengatakan fasilitas perawatan kesehatan terbaik akan diberikan kepada yang terluka dan komite tingkat tinggi dibentuk untuk menyelidiki kecelakaan itu dan untuk mengetahui akar penyebab kecelakaan itu.
Kecelakaan Kereta Terparah di Dunia
Dilansir AFP, Sabtu, 3 Juni 2023, kecelakaan kereta api di Odisha, India Timur ini merupakan kecelakaan kereta api paling mematikan di negara itu sekaligus terparah di dunia dalam lebih dari 20 tahun.
Sebelumnya, pada tahun 1981 kereta tergelincir saat melintasi jembatan di Bihar India jatuh ke sungai di bawahnya. Kecelakaan itu menewaskan antara 800 dan 1.000 orang.
Namun, kecelakaan hari Jumat, 2 Juni 2023 itu diyakini sebagai yang terburuk sejak tahun 1990-an. Hingga kini, sebanyak 288 orang meninggal dunia dan 900 orang luka-luka.