3. Tawaf
Setelah wukuf di Arafah, jamaah haji kembali ke Mekah untuk melakukan tawaf. Tawaf adalah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali mengikuti arah jarum jam, dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam) di sudut Ka'bah. Tawaf melambangkan cinta dan pengabdian kepada Allah SWT.
4. Sa'i
Setelah tawaf, jamaah haji melakukan sa'i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Sa'i mengingatkan kita pada Hajar (istri Nabi Ibrahim) yang mencari air di antara bukit-bukit tersebut untuk anaknya, Ismail. Sa'i merupakan simbol kesabaran dan ketekunan dalam mencapai tujuan.
BACA JUGA:
- Buntut Peretasan Running Text, Kementerian Agama Datangi Asrama Haji Embarkasi Jakarta-Bekasi
- Penyelenggaraan Ibadah Haji 2023, Kemenag Siapkan Lift Khusus Lansia
5. Tahallul
Tahallul adalah tahap terakhir dalam rukun haji. Setelah menyelesaikan tawaf dan sa'i, jamaah haji memotong atau mencukur sedikit rambut mereka.
Tahallul menandai berakhirnya ihram dan memungkinkan jamaah haji untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya dilarang dalam ihram.
Syarat Ibadah Haji:
Selain memahami rukun haji, seorang Muslim juga perlu mengetahui syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan ibadah haji.
Berikut adalah beberapa syarat ibadah haji yang perlu dipenuhi:
1. Islam: Syarat utama untuk melaksanakan ibadah haji adalah menjadi seorang Muslim. Haji adalah ibadah yang ditujukan khusus bagi umat Islam, sehingga hanya mereka yang memeluk agama Islam yang dapat menunaikannya.
2. Akal Sehat: Seseorang yang akan melaksanakan haji harus memiliki akal sehat dan mampu berpikir secara rasional. Hal ini penting untuk memahami arti dan makna ibadah haji serta dapat menjalankan rukun-rukun haji dengan kesadaran penuh.
3. Baligh: Syarat lainnya adalah mencapai usia baligh, yaitu usia dewasa yang ditandai dengan tumbuhnya bulu pada kemaluan dan kemampuan untuk melaksanakan ibadah dengan penuh tanggung jawab. Seorang Muslim yang belum baligh tidak diwajibkan untuk melaksanakan ibadah haji.