Sejarah Hari Lahir Pancasila dan Perbedaannya dengan Hari Kesaktian Pancasila

fin.co.id - 01/06/2023, 08:14 WIB

Sejarah Hari Lahir Pancasila dan Perbedaannya dengan Hari Kesaktian Pancasila

Logo Pancasila

Keputusan tersebut kemudian diratifikasi pada sidang pleno PPKI yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Hingga kemudian Hari Lahir Pancasila diperingati pada tanggal 1 Juni setiap tahun sebagai momen penting dalam sejarah Indonesia. 

Perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai Pancasila sebagai landasan negara. 

Melalui acara-acara seperti seminar, diskusi, upacara bendera, dan kegiatan lainnya, masyarakat diingatkan akan pentingnya menjaga dan menerapkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila

Jika Hari Lahir Pancasila dirayakan setiap tanggal 1 Juni untuk memperingati kelahiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, maka berbeda dengan Hari Kesaktian Pancasila. 

Hari Kesaktian Pancasila dirayakan setiap tanggal 1 Oktober dan memperingati peristiwa G30S/PKI (Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia) yang terjadi pada tahun 1965. 

Pada tanggal 1 Oktober 1965, enam jenderal tinggi dan sejumlah perwira TNI yang tidak bersalah diculik dan dibunuh oleh anggota Gerakan 30 September yang diduga terafiliasi dengan PKI.

Hari Kesaktian Pancasila ditetapkan untuk menghormati para jenderal yang gugur dalam peristiwa tersebut serta sebagai pengingat akan bahaya ancaman komunisme terhadap Pancasila dan negara Indonesia. 

Perayaan ini juga dimaksudkan untuk memupuk semangat patriotisme dan nasionalisme serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga keutuhan Pancasila sebagai fondasi negara.

Jadi, perbedaan antara Hari Lahir Pancasila dan Hari Kesaktian Pancasila terletak pada peristiwa sejarah yang dirayakan.

Hari Lahir Pancasila memperingati kelahiran Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, sementara Hari Kesaktian Pancasila mengenang peristiwa G30S/PKI dan menghormati para jenderal yang gugur serta memberi peringatan akan ancaman komunisme terhadap Pancasila. Demikian salam edikasi (*) 

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca