Meski sudah diberi ventilator, kondisi bayi kembali drop pada besoknya.
RS Denisa Gresik lalu menyarankan kepada keluarga agar bayi dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, yang mempunyai peralatan medis lebih lengkap.
"Namun keluarga berpikiran mungkin penuh setelah Hari Raya, makanya dibawa ke Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan. Dirawat di ICU dan sempat ditangani oleh dokter di sana," ungkap Nufus.
Pembuluh Darah Bayi Pecah
Berdasarkan keterangan dokter RS Muhammadiyah Lamongan, Nufus menyebut terdapat penggumpalan darah di bagian otak bayi, sehingga pembuluh darah pecah.
"Dirujuk di RS Lamongan itu hari Rabu, di sana sempat dirawat dengan alat yang dibutuhkan pasien. Sampai akhirnya keluarga mendapat kabar, pembulu darah otak pecah," ujarnya.
"Dokternya memang sempat bertanya, apakah sempat mengalami benturan keras? Karena hasil CT Scan seperti itu," ucapnya.
Saat itu, Nufus menjelaskan kepada dokter RS Muhammadiyah Lamongan bahwa bayi tidak pernah terbentur, tetapi mendengar suara mercon yang sangat keras.
Bayi HDN hanya hidup 38 hari di dunia. Dan harus kembali ke yang maha pencipta. (*)