Safari Tiongkok

fin.co.id - 15/04/2023, 06:00 WIB

Safari Tiongkok

"Ini perubahan besar!" teriak saya dalam hati. Dulu, terminal 1 hanya untuk penerbangan kelas bawah. Terminal 2 untuk penerbangan kelas menengah. Sedang terminal 3 untuk Singapore Airlines.

Saya pun ke terminal 1. Pakai kereta antar-terminal. Terpana. Ternyata terminal 1 sudah berubah. Sudah bukan kelas sederhana lagi. Selama Covid rupanya dilakukan pembenahan besar-besaran. Istana-istana branded ada di terminal 1.

Atau jangan-jangan sudah lama begitu. Saya saja yang sudah terlalu lama tidak naik SQ. Yakni sejak penerbangan dari Emirates tampil begitu perkasa.

Bismillah. Kini naik SQ lagi. Meski kelas ekonomi. Yang penting selama lima di penerbangan ini HP jangan low battery.

Maka begitu duduk di pesawat, yang saya lihat pertama adalah: adakah colokan listriknya. Harusnya ada. Kan SQ. Dan memang ada. Aman. Lima jam penebangan Singapura-Beijing, tidak akan terasa lama. Saya bisa terus sibuk. Lima tulisan Safari Ramadan pasti bisa selesai.

Hampir saja saya tidak bisa berangkat. Saya bersyukur saat berangkat ke Bandara Juanda waktunya longgar. Kalau mepet saya bisa gagal berangkat. Ternyata, sebelum boarding banyak yang harus dikerjakan. Harus cari App isian imigrasi Tiongkok. Tanpa itu tidak bisa check-in. 

Ternyata tidak bisa lagi isi data imigrasi di atas pesawat. Atau setiba di Beijing nanti. Sudah tidak ada lagi kertas isian seperti itu. Sudah online semua.

Maka saya harus download Apps dulu. Lalu mencari formulir online di situ. Saya harus isi semua pertanyaan di layar HP. Pertanyaannya banyak sekali. Tulisannya kecil. Dua bahasa pula. Sampai petugas SQ harus membantu saya.

Saya harus amankan isian itu. Jangan sampai hilang. Saya capture. Saya simpan di favorites. 

Kelak setelah mendarat di Beijing itulah yang pertama diproses. Menjelang counter imigrasi ada deretan barcode menyambut penumpang pesawat. Barcode itu harus difoto dengan HP. Lalu tersambung dengan formulir yang saya submit di Juanda.

Tanpa itu saya akan kesulitan di loket imigrasi. Saya lihat, ketika di Juanda, penumpang lain tidak sibuk mengisi apa pun di HP mereka. Berarti saya sendiri yang kurang peduli mengenai apa saja yang harus saya lakukan sebelum ke Tiongkok.

Pakaian pun saya tidak peduli. Di sana masih ada pakaian lama. Atau mungkin sudah dibelikan yang baru. (*)

 

Admin
Admin
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca